Gold...!! => Part 01
Cast : choi siwon, hankyung, shindong, lee donghae, shin hye you, kim hyun su, park gyu rin.
Genre : untitled
>>>>>
Annyeong,.. aku datang lagi,hehe.. pasti pada kangen kan??? *Plak…dilempar sandal jepit
Weist…jangan asal lempar donk,readerssss…… nih aku datang lagi nih,. FF kali ini dibikin atas permintaan dongsaengku tersayang –rahma- dia minta dibikinin FF yang ada siwon oppa sama hankyung oppa-nya.. dan setelah mendapat permintaan itu, otakku langsung mulai ngebayangin siwon sama hankyung oppa,..*truing..truiing…beudh….ganteng banget euy,..phuahahaa…
Dan akhirnya jadilah FF ini,. Silahkan baca, silahkan komen, silahkan memaki, silahkan terharu, silahkan jatuh cinta sama oppadeul2 kita,.. okeh.. cek kit dot…!!!
>>>>>>
BRAAAKKK…!!!!!!!
Terdengar suara benturan keras dipersimpangan jalan persis didepan gerbang Korean Internasional University (KIU). Terdengar teriakan histeris dari wanita yang melihat kejadian tersebut dan beberapa orang terdengar menggumam tak jelas. Tak ada yang berani menolong korban tabrakan tersebut karena mobil yang menabrak adalah milik anak pemilik kampus yang berkuasa dan disegani mahsiswa dan dosen karena sikapnya yang arogan padahal ia adalah seorang gadis.
“bodoh.. apa kau buta?” Tanya sang gadis tanpa turun dari mobil sport putih keluaran terbarunya. Atap mobil yang terbuka membuat wajah cantiknya terlihat sangat jelas. Rambut panjangnya tergerai indah dan kacamata berwarna cokelat bertengger dihidung mancungnya. Satu kata yang menggambarkan gadis itu, Cantik..!!
Sang korban yang juga wanita itu pun bangkit dari posisinya yang berada tepat didepan hidung mobil. Sambil memegang lengan kirinya ia menggeser posisinya kepinggir jalan dan mobil itupun melesat meninggalkan kerumunan. Sebelum menginjak pedal gas, senyum senang tergambar dibibir tipisnya.
Sepeninggal mobil itu pun, orang2 mulai mendekati sang korban dan sibuk menanyakan keadaannya.
“hyun su, gwanchana??”
“hyun su, manii apo..?”
“hyun su, bagaimana lenganmu?”
Semuanya terus bertanya pada sang korban,hyun su. Namun hyun su hanya tersenyum dan mengucapkan kata ‘gwaenchana’ berulang kali dan akhirnya memilih untuk pergi. Ia merasa nyeri dilengan kirinya dan kakinya tak bisa berjalan normal, sepertinya terkilir. Dengan susah payah ia menuju klinik kampus. Karena ini adalah kampus internasional, sudah pasti segalanya lengkap disini, tak terkecuali klinik ini.
“Omo…aough ottokhae? Lengan mu memar,hyun su-yah..” ucap shindong. Ia menjadi pengurus klinik ini. Postur tubuhnya sangat tak biasa. Ia tergolong gemuk bagi lelaki seusianya pada umumnya. Tapi ia selalu ceria, tapi ia gampang panic. Seperti sekarang..
“oppa, gwanchana..” ujar hyun su menenangkan. Namun tiba2 gyu rin datang dan langsung menepuk kepala hyun su. Ia pun meringis sambil mengusap kepalanya.
“gwaenchana mwo..?? kau lihat lengan mu sudah seperti itu. Kau masih bilang tak apa2??” oceh gyu rin. Ia sahabatku, satu2nya sahabatku, Park Gyu Rin. Hyun su tersenyum, ia selalu seperti ini. Selalu memperhatikan hyun su seperti adiknya. Mereka memang sepantaran, hanya berbeda bulan lahir saja.
“aku akan mengoleskan ini. Akan terasa perih, tahan ya..” ucap sindong. Ia mulai mengolesi memar hyun su dengan obat oles yang ia maksudkan. Rasanya perih sekali,sangat perih padahal lukanya hanya memar, tak ada luka yang menganga dikulit. Hyun su meringis dan merapatkan mata menahan perihnya. Setelah selesai mengobati lengan, shindong mulai memakaikan perban pada kaki hyun su yang terkilir. Ia melarang hyun su beraktifitas terlalu banyak guna mempercepat perbaikan kakinya. Setelah selesai, shindong memberikan beberapa obat pada hyun su.
“harus minum obat juga?” Tanya hyun su.
“ne~,. 2x sehari setelah makan. Untuk mempercepat penyembuhan memar dilenganmu.” Ucap shindong. Hyun su pun meninggalkan klinik itu dengan gyu rin yang memapahnya. Rumah gyu rin tak jauh dari tempat hyun su tinggal. Hyun su tinggal bersama ayahnya disebuah rumah kontrakan kecil. Sedang gyu rin merupakan anak orang berada. Walau tak termasuk golongan atas, hidup gyu rin dan keluarganya tergolong mewah.
“mwo? Jadi ini gara2 hye you? Hye you yang menabrakmu????” reaksi yang berlebihan muncul setelah hyun su menceritakan tentang kecelakaan yang menimpanya hari ini.
“pelankan suaramu,gyu rin.. ah, sudahlah, sampai disini saja. Berikan tas dan jaket ku. Aku bisa sendiri..,” ucap hyun su. Mereka berhenti tak jauh dari rumah hyun su.
“ini yang kedua setelah kejadian 3 minggu lalu. Kau ingat, dia hampir membunuhmu dikolam renang. Berpura-pura tenggelam dan malah menenggelamkanmu yang berbaik hati menolongnya. Aissh,jinja..” ucap gyu rin kesal.
“dwaeso.. jibbi kha.. aku akan berjalan sendiri..,” ucap hyun su sambil melangkah tertatih. Gyu rin mengehela nafas dan menyusul hyun su. Ia menarik tangan hyun su dan dikaitkan dipundaknya, mencoba memapahnya kembali hingga benar2 sampai dirumah. Namun hyun su menepisnya.
“aeiii..dwaeso.. kau pulanglah. Aku bisa sendiri,. Sudah, pulang sana…,” ucap hyun su sambil tersenyum
“hyun su-yah..,”
“pulanglah..” bujuk hyun su. Akhirnya gyu rin pun pulang dan melambaikan tangannya. Hyun su menghela nafas dan melirik perban dikakinya sekilas.
“aku tak bisa kestadion dengan kondisi seperti ini,. Huupph..” hyun su pun melanjutkan perjalanannya.
>>>>>>
Keesokan harinya, seperti biasa hyun su menyiapkan sarapan untuknya dan ayahnya. Ayahnya bekerja sebagai kuli disebuah konstruksi bangunan. Namun melihat hyun su bisa meneruskan sekolahnya di universitas bergengsi dikorea membuat ayahnya sangat bangga dan makin giat bekerja untuk terus menyekolahkan hyun su, anak semata wayangnya.
“hyun su, kakimu..” Tanya ayah karena melihat hyun su berjalan pincang.
“ah,.itgo,. kemarin karena tak pemanasan, terkilir sewaktu melakukan sprint,.” Dusta hyun su, ia tak ingin ayahnya khawatir jika tahu bahawa ia ditabrak kemarin.
“gwaenchana…?”
“gwaenchana,appa.. kkokjhongma..” ucap hyun su. Pagi itu mereka menghabiskan sarapan dan setelahnya ayah hyun su berangkat bekerja. Hyun su tidak kekampus hari ini, ia ingin mengistirahatkan kakinya.
Saat hyun su baru akan memijat kakinya, ponselnya bergetar. Tertera nama gyu rin dilayar ponselnya.
“yoboseo..”
“hyun su-yah, neo odie? Ga ke kampus?”
“ani.. aku sedang memijat kakiku. Aku harus latihan besok. Hari ini kakiku harus sudah bisa diajak berlari,.”
“ada yang lebih penting dari itu. Cepat kesini..” ucap gyu rin.
“odie..?”
“kampus lah.. cepetan,.. bakal nyesel kalo ga datang,. Palliii….pallliiiiii…,” klik, gyu rin mematikan telponnya.
“aigoo..michigenee..” ucap hyun su. Dengan malas ia meraih jaket dan tasnya. Tak lupa ia mengikat rambut panjangnya keatas dan menutupinya dengan topi hitam. Hyun su memang terkesan cuek dengan penampilan. Ia lebih nyaman dengan apa yang ia kenakan sekarang, jeans+kaos+topi+sepatu cats. Itulah gaya hyun su, cuek namun kadang terkesan manis.
Dengan malas hyun su menghampiri sahabatnya yang telah melambaikan tangannya dari kejauhan sambil meneriakkan nama hyun su.
“wae??” Tanya hyun su langsung tanpa basa-basi.
“duduk dulu lah. Ada berita HOT..!!!” ujarnya dan ia memesan cappuccino kesukaan hyun su lalu kembali kehyun su yang menatapnya dengan tatapan bosan.
“aish,.mengapa melihatku seperti itu,hah??” ucap gyu rin
“kau tau kakiku belum pulih.. mengapa memanggilku kesini,..?????” Tanya hyun su berapi-api.
“itgo..” ucap gyu rin sambil menyodorkan selembar poster dimana terpampang jelas foto Choi Siwon, lelaki yang memenuhi ruang mimpi hyun su. Hyun su langsung menyambar poster tersebut dan membacanya cepat.
“darimana kau mendapatkan ini? Aku harus daftar..!!!” ujar hyun su semangat.
“pertandingannya 4 bulan lagi. Apa kau yakin kakimu baik2 saja?” Tanya gyu rin. Namun hyun su menggangguk mantap.
Poster yang dibawa gyu rin adalah poster lomba atletik. Dan siwon menjadi salah satu jurinya. Siwon adalah altet yang beberapa pekan ini santer dibicarakan. Ia merupakan kebanggaan kampus dimana mereka kuliah. Siwon telah memenangkan berbagai macam perlombaan mewakili kampus hingga tingkat nasional, dikorea tak ada yang tak mengenalnya. Seorang atlet berbakat, tampan dan kaya. Tentu banyak memikat para gadis, tak terkecuali hyun su.
Malam harinya hyun su mengutarakan niatnya ikut perlombaan kepada ayahnya.
“appa,. Itgo,.” Ucapnya sambil menyodorkan poster yang ia dapat dari gyu rin.
“mwoeya?” ayahnya membaca poster tersebut.
“4bulan dari sekarang. Kakimu bagaimana?” Tanya ayahnya.
“nan gwanchana.. besok akan mulai berlatih.. mau mendukungku,appa..?” Tanya hyun su manja.
“keurom.. appa akan selalu menjadi pendukung utamamu,putriku..” ucap ayahnya sambil memeluk erat putri kesayangannya.
“appa, aku akan membawa mendali emas untukmu.. tunggu dan lihat aksi putrimu,. Arraseo??” ucap hyun su dalam pelukan ayahnya.
“arraseo..arraseo..” ucap ayahnya sambil terus memeluk dan mengelus rambut hyun su.
>>>>>>
Pagi sekali hyun su telah bersiap dengan pakaian olahraganya. Ia menyiapkan sarapan untuk ayahnya dan berpamitan pada ayahnya sambil mengecup pipi keriput ayahnya. Ia hanya mengambil sepotong roti dan botol susu untuk menjadi sarapannya dijalan. Tujuannya pagi ini adalah stadion kampus. Ia mulai berlatih disana hingga matahari tak lagi bersembunyi dibalik awan.
Matahari hampir berada ditengah2, namun hyun su masih terus berlari mengitari stadion. Keringat telah bercucuran, pakaiannya pun telah basah. Kini ia telah membuka jaketnya yang telah basah oleh peluh. Tinggal kaos longgar dan celana pendeknya. Rambutnya yang diikat mulai terlihat berantakan. Dari kejauhan, shindong memperhatikan hyun su yang giat berlatih. Ia membawa botol minuman ditangannya.
“annyeeooooonng,..” seru shindong. Ia melambaikan tangannya pada hyun su. Hyun su pun menghentikan langkahnya dan mengusap keringat yang menempel dikeningnya dengan punggung tangannya. Lalu hyun su melambaikan tangan pada sindong dan menghampirinya.
Shindong menyodorkan minuman pada hyun su dan langsung diterima hyun su. Mereka duduk dipinggir stadion. Hanya hyun su yang berlari distadion yang begini luas.
“kau bekerja sangat keras..” ucap shindong.
“oh,. Aku berjanji membawa mendali emas untuk appa,.” Jawab hyun su dan kembali menenguk minumannya.
“kakimu sudah tidak apa2?” Tanya shindong.
“keurom,. Hanya terkilir, sekarang sudah tak apa2,. Gomawo,.”
“gomawo? Untuk apa?” Tanya shindong.
“telah mengobati lukaku,. Dan untuk air minum ini,hehe..” mereka pun tertawa bersama.
Namun dikejauhan terlihat seorang wanita yang menatap tajam kearah hyun su.
“ahaa..kau mendaftarkan diri juga? Begitu menyukai siwon kah? Let’s do some game,hyun su..” ucapnya pelan.
>>>>>>>>>>
Tiga hari ini hyun su terus saja berlatih. Ia harus membawa mendali emas untuk ayahnya, itu tekadnya. Dan juga ia harus melakukan yang terbaik dihadapan siwon, lelaki yang ia puja2.
Stadion lumayan ramai sore ini. Seperti biasa, hyun su meletakkan tasnya dan menarik resleting jaketnya hingga menutupi lehernya. Kali ini ia memakai setelan training biru pemberian ayahnya kemarin. Biru adalah warna kesukaan mendiang ibunya, yang sekarang pasti sedang ikut mendoakan hyun su dari surga.
Namun saat hyun su hendak melakukan pemanasan sebelum berlari, teriakan histeris gadis2 mengusik konsentrasinya. Dipagar stadion telah banyak gadis2 yang meneriaki nama seorang yang selama ini lekat dihati hyun su..
“kyaa…..siwon oppa….”
“siwon oppa, saranghae,..”
“oppa, hwaiting..!!”
Dan masih banyak lagi seruan dari gadis2 centil disana. Pandangan hyun su pun mencari sosok pria yang sangat dielu-elukan tersebut. Dan tatapannya terpaku pada pria yang baru saja menyentuh garis finish. Ia membuka bajunya yang basah oleh keringat. Terlihatlah otot-otot lengan dan perutnya yang sempurna. Kemudian terlihat ia menerima minuman dari rekannya yang lain. Ia meneguk minuman tersebut dan mengguyur kepalanya dengan sisa minuman yang ada dibotol. Hyun su begong, terkesima dengan ketampanan siwon. Tak salah ia begitu memuja namja keren satu ini.
DEGG…!!!!
Jantungnya seakan berhenti berdenyut saat siwon menatapnya tajam. Siwon mulai melangkah menghampiri hyun su yang berdiri mematung. Ia merasa seakan jam berhenti berdetak, jantungnya berhenti bekerja, paru2nya sesak karena oksigen yang masuk terlalu sedikit. Siwon terus melangkah. Tubuhnya yang basah terlihat sangat indah. Hyun su terus memandang ‘pemandangan langka’ tersebut tanpa rela mengedipkan matanya.
“ikut pertandingan?” Tanya siwon singkat. Hyun su hanya mengangguk, tak mampu membuka mulutnya. Matanya masih tetap lekat menatap wajah tampan siwon.
“hwaiting..!!” ucap siwon dan mengacak rambut hyun su pelan. Lalu ia berlalu meninggalkan hyun su yang semakin merasa jantungnya sudah tak berfungsi dan paru2nya dipenuhi kupu2 yang menggelitik. Ia masih terpaku ditempat, tak menyadari bahwa ia sedang ‘diperhatikan’..
>>>>>>>>
“mwo?? Siwon? Jinja??” Tanya gyu rin tak percaya.
“ne,. dia bilang gini, ehem..ehem.. ‘ikut pertandingn?’ trus aku ngangguk gara2 ga bisa nafas.. trus dia bilang ‘hwaiting!!’,.. huaaa……siwon oppa ganteng banget,gyu rin.. coba tadi kamu distadion.. aough…kau akan lihat seberapa gantengnya siwon oppa,..” ucap hyun su tak henti2nya memuja siwon.
“huaaa..chingu-yah… chukae…!!!!!!!!!! Jiiaaa……” ucap gyu rin tak kalah histeris. Mereka pun berpelukan satu sama lain. Kamar manis gyu rin telah berubah menjadi lautan bantal yang berserakan dimana2. Kini mereka melompat riang diatas tempat tidur empuknya gyu rin.
Malam ini hyun su menginap dirumah gyu rin, karena besok hari libur dan malam ini ia ingin berceloteh lebih banyak tentang siwon. Ia telah mengantongi izin sang ayah untuk menginap.
Setelah menghabiskan makan malam, hyun su dan gyu rin berpamitan pada orang tua gyu rin untuk meninggalkan meja makan lebih cepat. Orang tuanya pun hanya geleng2 kepala melihat tingkah gadis2 tersebut.
Dikamar gyu rin, hyun su terus berceloteh tentang siwon oppa-nya.
“jadi besok mau tetap latihan?” Tanya gyu rin.
“ne~,. Keuromyeo..hehe” jawab hyun su.
“aish..jinja.. yang lagi berbunga2,..ckckck,.” ucap gyu rin sambil mengambil ponselnya. “oh,.ada sms..” ucapnya tiba2.
“nugu-ya?” Tanya hyun su cepat, dan ia mendekat kearah gyu rin. Mereka membaca sms itu bersama.
“shindong?” ucap mereka bersamaan. Lalu gyu rin membuka pesan singkat yang dikirimkan shindong. Ternyata berisi sebuah foto. Foto tersebut menggambarkan keakraban siwon dengan seorang wanita. Difoto itu jelas sekali terlihat siwon oppa sedang berciuman dengan seorang wanita didalam mobil sport keluar terbaru yang taka sing lagi dimata hyun su. Gyu rin langsung ternganga dan melirik hyun su sekilas. Didetik berikutnya ia telah men-dial nomor shindong..
“gyu rin-ah..” sahut shindong dengan nada suara yang tak enak.
“itge mwoeya?? Kke yeoja-ya nugu??” Tanya gyu rin emosi.
“hye you..” ucap hyun su tiba2.
“mwo??” Tanya gyu rin tak percaya. Kemudian ia kembali pada shindong. “shindong, camkkanman,..” ucap gyu rin.
“nugu?? Nugu?? Hyun su yah,.ulangi sekali lagi, kke yeoja-yah NUGU…?????” Tanya gyu rin dengan emosi yang semakin memuncak.
“hye you. Shin hye you, kke yeoja-ga, shin hye you..” ucap hyun su lemas. Matanya mulai berair. Gyu rin kembali berbicara pada shindong.
“shindong-ah, jangan bercanda..”
“ani.. gyu rin-ah, hyun su otte’…?” Tanya shindong.
“dia menangis.” Jawab gyu rin singkat. Ia mulai bisa mengendalikan emosinya kini.
“ough..ottokhae?? gyu rin-ah,. Aku melihatnya sepulang dari klinik,. Aku hanya ingin mendiskusikannya padamu, tanpa perlu hyun su tau,. Tapi sudah begini,. Jigeum ottokhae???” Tanya shindong panik.
“aku akan bicara padanya. Kita bertemu besok di café biasa jam makan siang,. Arraseo..?”
“ne~,arraseo.. jongmal mianhae,. Sampaikan maafku pada hyun su,. Oh..??”
“ne~,.”gyu rin menutup telponnya dan mendekati hyun su yang kini telah berbaring dengan tubuh ditutupi selimut. Matanya terpejam, namun masih nampak butir air mata disudut matanya.
“hyun su-yah..” panggil gyu rin. Namun tak ada jawaban dari hyun su.
“hyun su-yah,. Gwaenchana?” Tanya gyu rin, namun hyun su masih tak bergeming.
“hyun su…” panggil gyu rin.
“aku harus bangun pagi besok. Tidurlah..,” ucap hyun su sambil menarik selimutnya dan masuk lebih dalam keselimutnya. Gyu rin tak bisa bicara apa2 lagi, ia hanya mematikan lampu dan masuk dalam selimutnya.
“jaljaeyo, hyun su-yah..” bisik gyu rin dibalik punggung hyun su. Hyun su semakin merapatkan matanya menahan air matanya agar berhenti menangis.
>>>>>>>>
Pagi-pagi sekali hyun su sudah tak ada dikamar gyu rin lagi. Gyu rin segera keluar kamar dan menanyakan keberadaan hyun su pada ibunya.
“omma,.hyun su odiseoyo?” Tanya gyu rin khawatir.
“pagi2 sekali dia sudah pamit, katanya mau latihan.. latihan apa sih?” Tanya ibu gyu rin. Namun gyu rin tak menggubris pertanyaan ibunya. Ibunya memandang ayahnya yang sedang membaca Koran, sang ayah pun mengangkat bahunya dan melanjutkan bacaannya.
Gyu rin segera mengambil ponselnya dan menghubungi hyun su. Namun gagal, ponselnya tidak aktif. Kali ini ia menghubungi shindong. Tersambung…
“yoboseooo….,” shindong menjawab telpon dengan suara berat, sepertinya gyu rin mengganggu mimpinya.
“shindong, ottokhae..??” rengek gyu rin.
“mwoeya? Waegeurae??” Tanya shindong yang mulai ‘sadar’ dari mimpinya.
“hyun su sudah pergi,.”
“pergi?? Odieryo?” Tanya shindong khawatir.
“omma bilang ia pergi latihan pagi2 sekali. Ia bahkan tidak mengambil jatah sarapannya. Ponselnya mati,. Hatinya pasti masih terpukul,. Bagaimana jika ia bertemu siwon disana?”
“ah, ottokhae? Perlu kita susul?” saran shindong.
“keurae. Bertemu distadion 1 jam lagi, arraseo..?” ucap gyu rin. Shindong mengiyakan dan kemudian telpon terputus. Masing2 mulai bersiap.
Sesampainya distadion, shindong telah menunggu kedatangan gyu rin dengan hotdog porsi jumbo ditangan kanannya dan minuman kaleng ditangan kirinya. Saat itu pukul 10.15 pagi.
“sepertinya tidak disini. Tuh,kosong..” ucap shindong sambil menunjuk stadion yang sepi.
“keurom odieso??” Tanya gyu rin bingung. Ia mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi hyun su kembali. Kali ini tersambung, namun tak ada jawaban. Gyu rin mencoba lagi, namun sama saja, tak ada jawaban. Kini shindong yang mencoba, namun hasilnya sama saja, tak ada jawaban. Kemudian shindong memutuskan untuk mengerimi hyun su pesan untuk segera menghubunginya jika membaca pesan darinya tersebut. Gyu rin dan shindong pun memutuskan untuk menunggu dicafe sambil membicarakan tentang foto semalam.
Namun saat hendak melangkah, seorang lelaki menghampiri mereka.
“annyeonghaseo.. kalian temannya hyun su?” Tanya lelaki itu sopan.
“ne~,. Nuguseyo?” Tanya shindong.
“hankyung imnida,..”
“oh,.shindong imnida,.”
“park gyu rin imnida,. Kau kenal hyun su?”
“tidak kenal,. Hanya sekedar tau saja. Ia mungkin tak mengenaliku,. Kalian mencarinya?” Tanya hankyung.
“ne~,. Kau tau dia dimana?” Tanya gyu rin.
“darawa..,” jawab hankyung. Shindong dan gyu rin pun mengikuti hankyung.
Ternyata hankyung mengajak mereka ke kolam renang kampus. Terlihat seorang gadis tengah berenang disana. Tak salah lagi, itu hyun su.
“sudah dari tadi pagi dia terus berenang. Aku khawatir ia kedinginan..” ucap hankyung.
“ottokhae?” Tanya gyu rin cemas. Ia hendak menghampiri hyun su namun ditahan hankyung sambil berkata,” kita bicara diluar..” mereka pun menuruti perkataan hankyung.
“bisa ceritakan padaku? Mungkin bisa sedikit membantu..” ucap hankyung. Shindong pun menceritakan kejadian semalam dan memperlihatkan foto tersebut pada hankyung. Gyu rin juga menambahkan cerita bahwa hyun su sangat memuja siwon dan sangat bahagia karena siwon mendukungnya sore itu.
“arraseo.. kalau begitu biar aku yang bicara pada siwon..” ucap hankyung.
“mwo? Kau mau bicara padanya?” Tanya shindong kaget. Karena sepengetahuannya, siwon sangat sulit didekati oleh orang ‘asing’.
“neo nugunyago..?” Tanya gyu rin penasaran. Namun hankyung tak menjawab, ia hanya tersenyum dan pamit meninggalkan shindong dan gyu rin yang sibuk menerka siapa sebenarnya sosok hankyung tersebut…
-T.B.C-
Yaahh…bersambung deh,.hehe
Bagaimana readers? Penasaran juga ga nih sama sosok hankyung?? Nantikan di => Part 02 yah,.
Gamshamnida… *jangan lupa tinggalkan jejak yah diFF kali ini,.
Annyeongi khaseyo..^^
everlastingtha_1001@yahoo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar