Cast : choi siwon, hankyung, shindong, lee donghae, shin hye you, kim hyun su, park gyu rin.
Genre : untitled
sesampainya dirumah sakit, hankyung malah kaget melihat hyun su berada didepan ruang adiknya. Hal yang sama terlihat pada shindong dan gyu rin. Namun disana tak hanya ada hyun su, Tuan dan Nyonya Shin juga berada disana, sedang menunggu dokter keluar dari kamar dimana hye you dirawat.
“hyun su-yah,.ottokhae waseo?” Tanya gyu rin setengah berbisik disebelah hyun su.
“ibunya menghubungiku, memintaku untuk membuat pengakuan untuk membebaskan hye you..” jelas hyun su.
“mwo..? jadi kau membebaskannya?” Tanya gyu rin tak percaya. Hyun su mengangguk.
“keundae wae..? dia membunuh ayahmu,.” Ingat gyu rin berapi-api.
“dia dipenjara ataupun tidak, ayahku tak kan pernah kembali.. tak ada gunanya mengurungnya dipenjara..” jawab hyun su sambil mengembuskan nafas panjang.
Tak lama kemudian, dokterpun keluar. Hankyung, tuan dan nyonya Shin segera menyerbu dokter itu. Sedangkan gyu rin, hyun su dan shindong sedikit mendekat untuk mendengar penjelasan dokter.
“euisa-nim.. urri ttal ottoshimnikka??” Tanya tuan Shin
“anak anda over dosis,tuan.. untung segera dibawa kesini, kalau terlambat, akan berbahay bagi nyawanya,.” Jelas sang dokter.
“over dosis? Maksud anda, cho dongsaeng mengkonsumsi obat2-an?” Tanya hankyung.
“ne,. sepertinya ia mengkonsumsi obat2-an itu belum cukup lama. Karena sisa obat2an masih terdeteksi dalam darahnya. Tapi untuk pastinya, jongmal joasonghamnida.. kami belum bisa memastikannya..” ucap dokter tersebut sambil membungkuk sopan.
“ne,. gamshamnida,euisa-nim..” jawab tuan shin.
Sepeninggal dokter tersebut, nyonya Shin langsung lemas, namun gyu rin yang berada tepat disampingnya pun dengan sigap memapah tubuh nyonya Shin ke tempat duduk.
“urri ttal,.. anakku memakai obat2-an..? bagaimana bisa..??” ucap nyonya shin sambil berderai air mata. Tak ada yang bisa menjawab karena memang tak ada yang tau bahwa hye you merupakan seorang pengguna obat2-an.
“oppa, sebenarnya aku pernah melihat hye you bertemu seseorang yang mencurigakan. Hajiman,. Aku tidak berfikir kearah sana,..” bisik gyu rin pada hankyung. Hyun su yang berada tak jauh dari gyu rin pun mendengar ucapan gyu rin barusan.
“dimana?” Tanya hyun su tiba2.
“oh,.. didaerah pelabuhan incheon,. Waktu itu aku sedang mengunjungi keluargaku di incheon.. karena bosan dirumah, aku berkeliling.. dan melihat mobil hye you menuju arah pelabuhan. Jadi aku ikuti saja..” jelas gyu rin.
“gurae, arraseo..” ucap hyun su lalu beranjak pergi. Hankyung yang sudah bisa menebak apa yang hyun su fikirkan pun mengikuti hyun su dan mencoba menahan langkahnya.
“dwaeseo..!” ucap hankyung sambil menarik lengan hyun su.
“wae..? mereka membuat adikmu hampir mati..” balas hyun su.
“bukan salah mereka. Adikku yang meminta obat itu, mereka hanya memberikan apa yang adikku butuhkan,.” Jawab hankyung sambil menatap mata hyun su.
“oppa…!!!!!!!!!!” bentak hyun su sambil mencoba melepaskan cengkraman hankyung.
“mwo? Oppa? ucapkan sekali lagi..” ucap hankyung sambil mengeratkan cengkramannya.
“wae..??” tanya hyun su.
“baru kali ini kau memanggilku oppa.. aku ingin mendengarnya lagi,. Tashi hanbon bulleobwa,jebal..” pinta hankyung.
“dwaeso..!! lepaskan cengramanmu,.” Jawab hyun su sambil mengalihkan tatapannya dari hankyung. Namun hankyung tak melepaskan cengkramannya.
“ucapkan sekali lagi, baru aku lepaskan,..” mendengar ucapan hankyung maka dengan malas hyun su mengulangi kata2nya..
“oppa..” ucap hyun su.
“tashi hanbon mal,.” Pinta hankyung lagi
“yah,.mwoeya..??” protes hyun su. Namun merasa cengkraman hankyung hampir mematahkan lengannya akhirnya ia mengulangi kata2nya lagi..
“oppa,..!!! dwaeso.. lepaskan..!!!” bentak hyun su. Hankyung pun tersenyum dan melepaskan cengkramannya secara perlahan. Hyun su mengelus lengannya yang memerah dan berlalu pergi. Namun lagi2 hankyung menahannya.
“chamkkanman..” hadang hankyung.
“wae tto..?” tanya hyun su.
“khajjima.. hari ini kau tak boleh kemana-mana.. aku tak ingin mengambil resiko membiarkanmu kesana sendirian,.” Jawab hankyung dan menarik hyun su untuk kembali keruangan dimana hye you dirawat.
Sesampainya diruangan, hye you terlihat sangat pucat. Melihat kedatangan hyun su, hye you memalingkan wajahnya.
“yah,.neo mwoeya? Kau dibebaskan karena hyun su. Mengapa kau malah mengacuhkannya?” bentak tuan Shin.
“aniyo, gwaenchaneyo..” ucap hyun su sopan.
“neo,..keuman kha.. nan nomu shiro,. Kkojo..!!!!!” teriak hye you. Namun sebuah tamparan kembali mendarat dipipinya. Kali ini bukan hankyung yang menamparnya, namun tamparan tersebut datang dari tangan ibunya.
“omma….!!” Ucap hye you terperangah.
“omma tak pernah mendidikmu menjadi seorang yang tak tau sopan santun hye you-ah. Kalau bukan karena hyun su, kau sudah mati didalam penjara. Arraseo..?” ucap nyonya Shin tegas. Melihat nyonya Shin seperti itu, hyun su segera mencairkan suasana. Hyun su menggenggam tangan lembut nyonya shin..
“ahjumma,. Gwaenchanayo.. keurokhaejimma..” ucap hyun su. Terbukti mendengar ucapan lembut hyun su, amarah nyonya shin pun menguap.
“hye you-ah,. Tak apa2 jika kau membenciku. Tapi jangan sekali2 kau kecewakan orang tuamu. Berhentilah megkonsumsi obat2-an itu,.” Ucap hyun su.
“mwo..?? jadi kalian tau?” Tanya hye you.
“ne,. kami tau dari dokter yang memeriksamu. Berhentilah mulai sekarang atau kami akan memasukkanmu ke panti rehabilitasi..” ucap tuan Shin tegas. Hye you tak menjawab sepatah katapun. Ia terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Tak lama kemudian, hyun su, shindong dan gyu rin pun pamit. Hankyung menawarkan tumpangan, namun mereka menolak secara halus. Hankyung dan ayahnya pun memilih menunggu diluar, sedangkan ibunya tetap didalam menjaga hye you.
“kke yeoja-ga johahae?” Tanya ayahnya tiba2. Hankyung pun gelagapan menanggapi pertanyaan ayahnya itu. Melihat anak laki2nya tak menjawab pertanyaannya, tuan shin pun menepuk pundak hankyung.
“dia gadis baik. Keluarga kita telah banyak menyusahkanya. Jika kau benar2 menyukainya, buatlah ia bahagia. Appa mendukungmu,.. berjuanglah.” Ucap ayahnya..
“appa..”
“berjuanglah..!!” ucap ayahnya. Hankyung pun mengangguk mantap
>>>>>>
Beberapa hari kemudian,..
“hyun su-yah..” panggil siwon
“siwon oppa..” balas hyun su. Mereka berjalan beriringan.
“ku dengar hye you telah diperbolehkan pulang..” ucap hyun su.
“ne,. kemarin, aku yang menjemputnya.. hyun su-yah, mianhae,. Aku tak menyangka bahwa cinta hye you padaku begitu besar. Dan musibah yang menimpamu,..”
“nan gwaenchana.. sudahlah, jangan diungkit lagi.. yang berlalu biarlah berlalu,oppa..” ucap hyun su.
“gomawo.. tapi yang perlu kau tau, aku dan hye you hanya berteman. Ia sudah seperti adikku sendiri,. Jadi,ku mohon jangan salah paham dengan hubungan kami,.”
“oppa,waegeurae? Kalian pacaran pun aku tak apa2,.” Jawab hyun su sambil tertawa lucu.
“tapi, bukankah kau menyukaiku?” Tanya siwon polos.
Hyun su menghentikan langkahnya dan memutar badannya menghadap siwon. Ia menarik nafas panjang dan mulai bicara serius.
“oppa,. aku memang menyukaimu. Tapi ini bukan cinta. Aku hanya sebatas mengagumimu. Itu saja.. jadi, mohon biarkan aku untuk tetap mengidolakanmu.” Ucap hyun su. Siwon pun tertawa terbahak-bahak melihat hyun su yang berbicara serius padanya. Saking kerasnya tawa siwon, beberapa orang disekeliling mereka pun memperhatikannya.
“oppa,wae uso??” Tanya hyun su heran karena melihat siwon yang tiba2 tertawa.
“aigyo..kau ini.. membuatku khwatir saja. Aku merasa perlu menjelaskan hubungan ku dengan hye you karena tak ingin menyakiti hatimu. Tapi ternyata kau bukan mencintaiku.. ahh,..lega rasanya..” ucap siwon sambil mengacak lembut rambut hyun su. Mereka pun tertawa bersama.
Namun tiba2 ponsel hyun su bergetar dari dalam sakunya. Ia melihat layar ponselnya dan mengerutkan dahi. Ia merasa tak mengenali nomor yang menghubunginya.
“yoboseo..” jawab hyun su.
“ah,..akhirnya kau menjawab panggilan bocah tengik ini..” ujar seseorang.
“nuguseyo?” Tanya hyun su.
“tidak penting kau tau siapa aku. Yang terpenting adalah segera bawa uang 10juta kemari.”
“mwo..? michyeoso? Nega wae?” Tanya hyun su sambil tertawa kecil. Ia merasa sedikit lucu dengan permintaan orang tersebut. Namun tawanya terhenti ketika orang tersebut menyebutkan nama seorang gadis yang ia kenal. Siwon merasa ada yang tidak beres dan mulai focus pada hyun su yang sedang menuliskan sebuah alamat pada selembar kertas dan mematikan ponsel setelahnya.
“waegeurae?” Tanya siwon cemas.
“oppa, kita bertemu lagi dicafe biasa 3jam dari sekarang. Namun jika aku tak kembali, hubungi polisi dan rumah sakit lalu segera cari aku dialamat ini..” ucap hyun su sambil menyerahkan kertas yang berisikan alamat yang tadi ia tulis.
“aku tak mengerti.. ada apa sebenarnya. Jelaskan padaku..” pinta siwon
“tak ada waktu lagi. Aku mohon padamu,.” Ucap hyun su sambil berlari meninggalkan siwon yang terus membaca alamat yang ada digenggamannya. Siwon pun menghubungi hankyung dan yang lainnya untuk segera berkumpul dicafe yang hyun su maksudkan tadi.
>>>>>>>
“hye you-ah..” teriak hyun su dengan keringat membanjiri tubuhnya. Ia membawa 1koper hitam yang berisi uang 10juta.
“akhirnya datang juga.. lebih cepat dari yang kubayangkan,.. welcome..” ucap seorang pria. Dandannya sangat berantakan. Dari dandannya dapat dipastikan bahwa ia bukan berasal dari kalangan baik2.
“dimana hye you?” Tanya hyun su sedikit membentak. Pria tersebut pun memerintahkan anak buahnya untuk membawa hye you keluar.
“mengapa datang kemari? Apa kau bodoh..????” Tanya hye you histeris. Tangan dan kakinya diikat. Wajahnya masih terlihat pucat.
“serahkan uangnya, dan akan kuberikan gadis tolol ini padamu..” ucap orang tersebut.
“jangan..!!!” teriak hye you.
PLAAKK..!! sebuah tamparan kembali mendarat dipipinya. Pria itu menamparnya dan menyebabkan bibirnya berdarah. Melihat perlakuan kasar pria itu, hyun su mulai melemparkan koper tersebut dengan kasar hingga mengenai dada pria itu.
“ah,..kasar sekali nona manis..” sahut sang pria itu bengis sambil mendekati hyun su. Hyun su melangkah mundur perlahan. Namun langkahnya terhenti karena beberapa pria berpakaian hitam mulai mengepungnya.
“mau apa kalian.? Uang sudah ku berikan. Sekarang lepaskan kami..” ucap hyun su.
“kita buat permainan sedikit. Biar lebih menyenangkan,.” Ucap pria bengis itu. Ia mulai mengelus wajah hyun su. Namun hyun su menendang perutnya dan ia jatuh tersungkur. Namun hyun su tak mampu melawan lagi ketika tangannya dipiting seorang lelaki bertubuh besar. Mereka membawa hyun su dan hye you kedalam sebuah ruangkan pengap dan menguncinya disana.
Mereka meninggalkan hyun su dan hye you disana. Hyun su langsung membuka ikatan yang membelit hye you.
“mengapa kau bisa disini?” Tanya hye you.
“justru aku yang harus bertanya. Mengapa kau bisa disini..?” ucap hyun su. Namun hye you tak menjawab. Hyun su melihat luka goresan dilengan hye you.
“kau masih menggunakan obat2 itu?” Tanya hyun su tegas.
“aku kesini untuk berhenti. Namun mereka tak mengizinkanku keluar dari sini. Mereka terus memasukkan obat2an itu ketubuhku..” jawab hye you.
“mwo..? jadi bagaimana sekrang?” Tanya hyun su.
“mereka tak akan melepaskan kita,bodoh.. aissh..aku bisa gila berada disini bersamamu..” jawab hye you.
Hyun su melirik jam tangannya,.
masih 2jam lagi,. Ucap hyun su dalam hati..
“aku akan cari cara. Tunggu disini..” ucap hyun su.
“yah,.mau apa kau..?” Tanya hye you. Namun hyun su menyuruhnya untuk tidak berisik.
Hyun su mulai mencoba membuka jendela kecil yang ada diruangan pengap tersebut. Namun disaat jendela sudah terbuka, masuklah pria2 tadi kedalam ruangan. Mereka yang melihat hyun su dan hye you ingin melarikan diri pun mulai menarik tubuh lemah hyun su dan hye you kehadapan bos besarnya.
Hyun su dan hye you tersungkur dilantai kotor. Pria yang dipanggil bos besar tersebut pun mendekati hyun su dan mencengkram wajahnya.
“kau ingin kabur??” Tanyanya sambil menatap mata hyun su. Namun hyun su malah meludahi wajahnya. Kontan saja ia pria tersebut mengamuk dan menampar keras wajah hyun su. Hye you tak mampu berkata apa2 melihat bibir hyun su yang mengeluarkan darah segar. Hyun su tersenyum sinis sambil mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya.
Melihat hyun su tersenyum, amarah pria itu semakin menjadi. Ia melayangkan tamparan keras kewajah hyun su, namun hyun su berhasil mengelak dan member beberapa serangan. Melihat hyun su melawan, beberapa anak buah pria tersebut mulai mengikat hyun su disebuah kursi kayu.
Kini wajah hyun su telah berlumuran darah. Disaat hyun su menerima pukulan lagi,hye you berteriak histeris.
“andwae…!!!!!! Jangan pukul lagi,.” Teriak hye you. Ia mulai meronta dari cengkraman dua pria yang berada disampingnya.
Bos besar tersebut berpaling pada hye you yang terus meronta. Kini hye you yang mendapat tamparan. Pria tersebut menarik rambut panjang hye you hingga kepalanya tertarik kebelakang. Pria itu mengelus pipi hye you dengan sebuah balok kayu. Kedua lelaki yang sedari tadi mencengkram hye you pun melepaskannya sehingga tubuh lemah hye you tergolek lemah dilantai. Dan disaat berikutnya pria tersebut mengayunkan balok kayo tersebut hendak menghantamkannya ketubuh hye you, namun tiba2 hyun su melindungi hye you dengan tubuhnya. Balok kayu tersebut pun menghantam keras kepala hyun su dan membuat hyun su hilang kesadaran.
“andawe…!!!!!!!!!” raung hye you sambil mencoba menyadarkan hyun su. Namun sia2..
Tak lama kemudian, terdengar sirine polisi mengepung lokasi mafia2 tersebut. Dan masuklah beberapa petugas polisi berseragam lengkap dan diikuti hankyung dan siwon. Melihat hye you dan hyun su yang berlumuran darah pun siwon dan hankyung langsung berlari mendekati mereka. Sedangkan para penjahat2 tersebut telah segera diringkus petugas2 polisi tersebut untuk dibawa kekantor polisi.
“oppa,….” Ujar hye you sambil terisak dipelukkan hankyung. Siwon mencoba menyadarkan hyun su dan membuka ikatan yang membelit tubuh gadis malah tersebut,
“hyung, kepalanya berdarah..” ucap siwon.
“tadi dipukul pake balok ini,.” Ucap hye you sambil terus terisak.
“ayo cepat bawa keruamh sakit.. siwon biar aku yang gendong. Tolong bantu adikku..” ucap hankyung. Mereka pun segera membawa hyun su dan hye you kerumah sakit terdekat untuk mengobati luka mereka.
>>>>>
Satu bulan kemudian..
Hubungan hyun su dan hye you telah membaik, sangat baik malah. Kini hye you bergabung bersama gyu rin, shindong dan siwon untuk menjodohkan hankyung dengan hyun su. Seperti siang ini,..
“hye you, neo odiso..?” Tanya hyun su via telpon.
“aku sedang dalam perjalanan,. Tunggu yah, paling 10menit lagi aku tiba,.” Ucap hye you.
“ne, arraseo..” jawab hyun su sambil memasukkan kembali ponselnya. Ia bergidik sambil membenahi gulungan syal yang melingkari lehernya. Udara siang itu memang cukup dingin. Hyun su sedang berada disebuah pantai. Angin pantai begitu kencang ditambah cuaca yang masih dalam musim dingin. Jika hye you tidak memaksanya untuk bertemu disini, ia akan lebih memilih untuk bersantai dirumah dengan penghangat ruangan dan secangkir kopi hangat. Hyun su kembali melihat arloginya, namun sosok hye you tak jua muncul.
“annyeong,..” sapa seseorang dibelakang hyun su. Hyun su tak langsung menoleh, ia merekam baik2 suara yang menyapanya itu. Bukan suara wanita, atau tepatnya sosok itu adalah seorang namja dan hyun su sangat mengenal suara itu. Ia pun membalik badannya sambil menyilangkan tangan didada.
“oppa,. hye you yang menyuruhmu kesini?” Tanya hyun su.
“aniyo. Siwon menghubungiku. Ia memintaku untuk menjemputmu disini.” Jawab hankyung.
“menjemputku?” Tanya hyun su.
“oo.. siwon bilang kau sedang bersama hye you disini. Dan siwon tak bisa menjemputmu karena jalanan rumahnya tertimbun salju tebal.” Jelas hankyung.
“aiish..jinja… neo pabbo aniya?” bentak hyun su.
“yah,.wae..?? kau yang bodoh. Cuaca begini dingin malah berada dipantai seperti ini. Aigoo…” ucap hankyung sambil merapatkan mantelnya.
“khajja..” ucap hyun su.
“yah,..mana adikku?”
“adikmu? Sepertinya dia sedang menhangatkan diri bersama siwon, shindong dan gyu rin.” Jawab hyun su sambil berjalan kearah mobil hankyung yang terparkir diujung jalan.
“mwo..?? kita dibodoh-bodohi…??????” Tanya hankyung baru ‘ngeh’ kalo dikerjain adiknya.
Ia pun segera menyusul hyun su dan masuk mobil.
“jadi sekarang gimana nih..?” Tanya hankyung dari balik kemudi. Namun hyun su tak menjawab. Hankyung pun melihat hyun su untuk minta jawaban. Namun hyun su terlihat pucat dan memegang kepalanya.
“hyun su-yah,neo waegeurae?” Tanya hankyung panic.
“ani. Gwaenchana..” jawab hyun su dengan senyum terpaksa.
“andwae.. kita kerumah sakit sekarang.. OK?” ucap hankyung sambil menyalakan mobilnya. Hyun su tak punya banyak tenaga lagi untuk berdebat. Rasa sakit dikepalanya membuatnya malas untuk berdebat dengan sosok hankyung yang keras kepala.
Sesampainya dirumah sakit, hankyung menghubungi ponsel shindong. Sementara hyun su sedang dalam pemeriksaan.
“hyung,. Gimana kencannya? Asyik ga..? cie..cie..” sapa shindong begitu sambungan tersambung.
“kencan apa..?? cepat kerumah sakit. Hyun su sakit..” ucap hankyung.
“ah,. Kau ingin balik mengerjai kami? Tidak bisa,hyung.. kami tak akan tertipu..” ucap shindong sambil tertawa. Samar2 juga terdengar godaan dari tempat shindong. Benar kata hyun su, gyu rin, shindong, siwon dan hye you sedang berkumpul bersama.
“aniyo. Shindong, aku serius. Cepat datang. Aku takut sekali..” pinta hankyung.
“hyung,jongmaleyo?” sahut shindong mulai serius.
“jongmal,. Sudahlah. Sekarang jangan bercanda lagi. Cepat datang..” ucap hankyung sebelum menutup telponnya.
Tak beberapa lama, shindong datang bersama yang lainnya. Terlihat hankyung yang duduk dikursi tunggu sambil menundukkan kepalanya.
“hyung,.ada apa ini?” Tanya siwon.
“hyun su,..” hankyung tak mampu meneruskan kata2nya.
“oppa,..hyun su wae???” Tanya hye you cemas. Gyu rin sangat cemas menunggu penjelasan hankyung.
Kemudian pintu kamar pemeriksaan terbuka. Dan dokter pun keluar dan menyapa hankyung yang memang sesama dokter dirumah sakit itu.
“dr. Kang.. ottokhaesimnikka?” Tanya hankyung.
“hankyung-ah, setelah kami deteksi dengan sinar X, gumpalan tersebut lah yang membuat kerja otaknya terganggu. Gumpalan tersebut harus segera diangkat, kalau tidak segera dilakukan pengangkatan, akan berbahaya bagi nyawanya.. namun resiko yang harus dihadapi adalah hyun su akan kehilangan semua memori otaknya pasca operasi pengangkatan tersebut..” jelas dr.kang.
“mwo..? maksud dokter, hyun su akan hilang ingatan?” Tanya hye you.
“ne,.” ucap dr.kang. kemudian dr.kang mempersilahkan mereka masuk secara bergantian. Dan segera mengambil keputusan sebelum semuanya terlambat.
Mereka pun masuk ruangan secara bergantian. Shindong masuk bersama siwon, gyu rin bersama hye you dan hankyung masuk sendirian. Kondisi hyun su sangat lemah, namun ia masih sadar.
Mereka semua berusaha membujuk hyun su untuk operasi secepatnya,namun hasilnya nihil. Hyun su masih tetap menolak untuk dilakukan operasi.
>>>>
Sudah dua hari hyun su dirawat, namun tak membuahkan hasil. Hyun su masih enggan melakukan operasi dan hankyung serta yang lain sudah kehabisan akal untuk membujuk hyun su untuk bersedia dioperasi. Dan hari ini, hyun su mendapat kunjungan dari orang tua hankyung dan hye you, mereka datang dengan tujuan yang sama,membujuk hyun su untuk bersedia dioperasi.
“hyun su-yah,.demi kesehatanmu..” bujuk nyonya Shin.
“aku baik2 saja,ahjuma.. tidak perlu operasi2 segala,.” Jawab hyun su.
“tapi dokter bilang kau tidak baik2 saja,hyun su-yah,.” Kali ini tuan Shin yang bicara.
“ahjussi..aku yang merasakan, bukan dokter.. ini tubuhku dan aku merasa aku baik2 saja,.” Jawab hyun su sopan.
“hyun su-yah, jawab aku. Apa yang kau takutkan? Biaya?” Tanya nyonya shin sambil meraih tangan hyun su dan menggenggamnya erat. Ada kehangatan dalam genggamannya. Hyun su menghembuskan nafas dan menggeleng pelan.
“lalu apa?” Tanya nyonya shin. Melihat hyun su yang masih belum bicara banyak, akhirnya tuan shin membiarkan hyun su bicara pada istrinya saja. Ia merasa lebih baik masalah ini dibicarakan oleh perempuan. Melihat tuan shin keluar, hyun su mulai menyandarkan punggungnya kebantal yang telah ditata hankyung sebelumnya.
“kau mau berbagi padaku? Percaya padaku?” Tanya nyonya shin lembut.
“ahjuma,.aku takut aku akan melupakan kalian setelah operasi dilakukan. Setelah operasi itu, dokter bilang sebagian besar ingatan ku akan hilang. Aku lebih baik kehilangan hidupku dari pada harus kehilangan memoriku tentang kalian.. tentang kau, tuan Shin, hankyung, hye you, sahabat2ku gyu rin, shindong.. idolaku siwon,. Dan tentang ayahku,. Aku tak ingin melupakan kalian semua,..” jawab hyun su. Air matanya menggenang dipelupuk matanya. Melihat kesedihan hyun su, nyonya shin memeluknya erat. Dan tangis hyun su pecah dipelukan nyonya shin, ibunda hankyung..
“dengarkan aku,.. kau tak akan pernah kehilangan kami.. dari sebagian besar ingatan yang hilang, masih ada sebagian kecil ingatan yang masih utuh.. dan dibagian kecil itulah kau harus menyimpan kami semua,. Yakinlah pada tuhan, tuhan telah mengatur semuanya.. tuhan juga tak akan pernah memisahkan kita,hyun su-yah.. kau percaya pada tuhan?” Tanya nyonya shin. Hyun su menangguk. Nyonya shin menatap wajah hyun su lekat2.
“ikuti kata hatimu. Jika kau benar2 tak menginginkan operasi, kami tak akan memaksamu. Tapi sebelumnya, apa kau ingin berjalan-jalan denganku.?”
“kemana,ahjuma?” Tanya hyun su.
>>>>>>
Karena kondisi hyun su masih lemah, nyonya shin membawanya dengan kursi roda.
“hyun su-yah, kau lihat anak itu?” Tanya nyonya shin. Hyun su mengangguk. Mereka mendekati anak yang dimaksud dengan perlahan.
“donghae,annyeong..” sapa nyonya shin. Anak yang disapa donghae tersebut pun menoleh dan senyum mengembang diwajahnya ketika melihat nyonya shin. Saat kami menghampirinya, ia sedang sibuk mengumpulkan bunga ditangannya.
“ommoni…annyeong,.” Balas donghae.
“mwohae?” Tanya nyonya shin sambil mengelus rambut donghae.
“Flowers.. yeppo..” ucap donghae. Kini perhatiannya beralih pada hyun su.
“kke noona-ga wae? Odi appo?” Tanya donghae sambil menyentuh kedua pipi hyun su sambil tersenyum jenaka. Matanya terlihat bening dan indah,. Hyun su membalas mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi donghae.
“kepala noona ini sakit. Sama seperti donghae dulu.” Jelas nyonya shin. Hyun su mendengarkan percakapan mereka, hyun su selalu tersenyum ketika donghae berceloteh.
“kepala? Yeoggi?” Tanya donghae sambil meraba kepala hyun su pelan.
“aniyo. Yeoggi..” jawab hyun su sambil menuntun tangan mungil donghae pada bagian kepalanya yang sering sakit.
“aah,..noona disuruh operasi juga ya?” Tanya donghae polos. Hyun su tersenyum dan mengangguk.
“nado.. dulu donghae juga dioperasi. Disini,.” Ia mengambil tangan hyun su dan meletakkannya dikepalanya. Hyun su merasakan ada bekas jahitan dikepalanya.
“appo?” Tanya hyun su.
“sakit sih, tapi ga lama kok. Sekarang donghae ga sakit lagi.. kata omma, donghae harus disinar terus kepalanya biar sakitnya hilang. Ia kan omma?” Tanya donghae. Omma yang dimaksud adalah nyonya shin. Nyonya shin merupakan pengelola tempat ini. Tempat dimana anak2 kecil yang kurang beruntung ditampung. Donghae salah satunya. Merupakan anak yang dibuang orang tuanya sejak ia berumur 4 tahun. Dan donghae mempunyai penyakit yang sama dengan hyun su sekarang. Ada benjolan kecil dikepalanya, istilah kedokteran menyebutnya sebagai kanker. Hankyung yang pertama mendeteksinya. Namun nyonya shin segera mengambil tindakan tegas. Ia segera dioperasi dan ia kehilangan sebagian besar ingatannya, termasuk ingatannya tentang orang tuanya. Sebelum operasi, donghae selalu memanggil orang tuanya. Ia selalu bermimpi buruk tentang orang tuanya yang kejam dan tak menginginkannya. Namun setelah operasi, yang ia ingat hanyalah keluarga shin adalah keluarganya. Dan nyonya shin adalah ibunya.
“donghae-yah..berapa usiamu?” Tanya hyun su.
“10tahun.. usia noona?” Tanya donghae.
“20tahun..” jawab hyun su.
“berbeda jauh,. Aku ingin cepat2 dewasa, seperti hankyung hyung..” ucap donghae.
“waeyo?”
“karena donghae ingin melamar noona dan menikah dengan noona.. noona mau kan?” Tanya donghae polos. Hyun su menarik donghae dalam pangkuannya.
“tapi noona sedang sakit. Noona tak tau apakah noona akan bertahan hidup untuk waktu yang lama atau tidak,.” Jawab hyun su.
“makanya noona harus operasi juga kaya’ donghae. Jadi bisa hidup panjang dan kita akan menikah..” ucap donghae polos.
Hyun su mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil donghae. Nyonya shin pun tersenyum melihat hyun su dan donghae. Donghae banyak menghibur hyun su hari ini. Dan semoga hyun su bersedia melakukan operasi setelah mendapat bujukan dari si kecil donghae…
-TBC-
Apakah donghae kecil mampu mengubah keputusan hyun su..?
Oh ia, part 05 nanti rencananya bakal jadi part terakhir (ending) FF kali ini.. pengen deh readers berpartisipasi buat nentuin endingnya..
Apakah yang akan terjadi pada hyun su? Apakah hankyung dan hyun su bersatu?
Kalo ada yang pengen ngasih masukan buat ending, silahkan sms ke 085769091980..
Gamshamnida, readers….
Ditunggu komennya yah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar