Cast : choi siwon, hankyung, shindong, lee donghae, shin hye you, kim hyun su, park gyu rin.
Genre : untitled
>>>>>
“bisa ceritakan padaku? Mungkin bisa sedikit membantu..” ucap hankyung. Shindong pun menceritakan kejadian semalam dan memperlihatkan foto tersebut pada hankyung. Gyu rin juga menambahkan cerita bahwa hyun su sangat memuja siwon dan sangat bahagia karena siwon mendukungnya sore itu.
“arraseo.. kalau begitu biar aku yang bicara pada siwon..” ucap hankyung.
“mwo? Kau mau bicara padanya?” Tanya shindong kaget. Karena sepengetahuannya, siwon sangat sulit didekati oleh orang ‘asing’.
“neo nugunyago..?” Tanya gyu rin penasaran. Namun hankyung tak menjawab, ia hanya tersenyum dan pamit meninggalkan shindong dan gyu rin yang sibuk menerka siapa sebenarnya sosok hankyung tersebut…
“yah,..yeogi mwoeyo?” Tanya hyun su yang tiba2 sudah berada diantara shindong dan gyu rin.
“ah,.aniyo..aniyo..” ucap shindong.
“yah, neo waegurae? Mengapa tak menjawab telponku,hah?? Kau tak tau aku mengkhawatirkan mu hingga rasanya aku akan gila,.” Ucap gyu rin.
“khawatir? Ne-ga wae..?” Tanya hyun su polos.
“mwo? Aish,. Bisa2nya kau begitu tak berdosa. Setelah kejadian semalam, aku sangat mengkhawatirkanmu. Pagi2 sekali sudah pergi. Aku mencarimu kestadion, tapi tak ada. Aku terus menghubungi ponselmu, tapi tak pernah ada jawaban.. aiish..jinja,.” omel gyu rin panjang lebar.
“hehe,..mianhae.. aku hanya merasa rindu pada kolam renang ini, jadi ku putuskan untuk berenang disini..” jawab hyun su polos.
“ough,..lihat tanganmu sudah keriput seperti ini. Berapa lama kau diair? Apa ingin jadi putrid duyung??” Tanya shindong sambil meraba permukaan tangan hyun su yang keriput karena terlalu lama berenang.
“aeyy…gwaenchana… makan yuk,laper…” rengek hyun su. Dan tentu langsung disambut baik oleh shindong. Mereka pun berjalan beriringan. Hyun su bergelayut manja sambil mengapit lengan kedua teman baiknya itu.
>>>>>>>>>>
“waeirae..??” ucap hyun su malas sambil menekan tombol loudspeaker pada ponselnya.
“mwoanenggoeya,jigeum??” Tanya gyu rin.
“michyeoso..?? baru 15 menit kita berpisah digang depan, tapi kau sudah menelponku dan bertanya aku sedang apa..??? aigoo..jongmal..” omel hyun su sambil membuka lemari pakaiannya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian longgar.
“ne, nega michyeo.. dwaeso?? Puas..puas..? ish..” ucap gyu rin manja.
“haha,..mengapa menghubungiku? Kalau hanya ingin mengangguku, akan ku tutup..” ucap hyun su jutek.
“neo waeirae? Aku hanya ingin memastikan keadaanmu,. Gwaenchana?”
“gwaenchana mwo?? Aku baik2 saja.. arraseo?? Ah,sudah lah.. ngantuk,. Besok ketemu dikampus,bye..” klik, hyun su mematikan telponnya sambil tersenyum membayangkan wajah kesal gyu rin karena hyun su menutup telpon disaat gyu rin masih ingin bicara.
Tak lama kemudian terdengar pintu dibuka, ayah hyun su pasti sudah pulang.
“appa,. Mengapa larut sekali?” Tanya hyun su sambil menyambut ayahnya.
“oh,.ada rapat bangunan,. Mianhae tak mengabarimu,.” Jawab ayahnya.
“appa mogoseoyo?” Tanya hyun su.
“ne~,. Appa sudah makan.. kau tidurlah.. sudah larut malam,.” Ujar sang ayah lembut.
“biar ku siapkan air hangat untukmu mandi, setelah itu aku baru tidur,. OK..??” ucap hyun su sambil menyiapkan handuk dan air panas untuk ayahnya mandi. Ayah hyun su hanya tersenyum memandang anak gadis satu2nya tersebut. Putri yang sangat dicintainya dan ia banggakan. Merasa terus diperhatikan, hyun su menghentikan langkahnya,..
“apa aku begitu cantik sampai appa terus memandangku??” goda hyun su sambil tertawa. Sang ayah sadar dari lamunannya dan berjalan mendekati hyun su. Sambil mengelus rambut hyun su, ayahnya mengecup dahi gadisnya itu. “tidurlah..” ucapnya sebelum menutup pintu kamar mandi. Hyun su menganggkat bahunya dan kemudian masuk kekamarnya. Ia juga sudah mengantuk, tubuhnya lelah karena dari pagi ia terus berenang, dan setelahnya berkeliling menemani gyu rin berbelanja bersama shindong. Kakinya terasa sangat lelah.. perlahan matanya pun mulai terpejam dan masuk dalam mimpi indahnya..
>>>>>>
Hari ini berjalan seperti biasanya. Hyun su sibuk dengan latihannya, gyu rin sibuk di organisasi kampus, dan shindong diklinik. Namun ada yang special diklinik siang itu. Pemilik kampus yang tak lain adalah ayah hye you, datang mengunjungi klinik. Shindong sebagai salah satu ahli medis disana pun direpotkan dengan acara penyambutan. Tak beberapa kemudian, pemilik kampus pun datang didampingi putrid cantiknya, shin hye you dan seorang lelaki tampan serta beberapa orang berjas hitam dibelakangnya. Para tenaga kerja klinik pun berbaris dan membungkuk hormat sambil member salam, sebagaimana layaknya penyambutan resmi. Shindong yang menjadi ketua penanggung jawab klinik pun datang mendekat dan menyalami tuan Shin dan menyapa secara formal.
“shindong,. Bagaimana keadaan disini?” Tanya tuan shin.
“sangat baik,pak.. semuanya lancar, dan kemarin telah datang beberapa alat kesehatan yang baru,.” Jawabnya.
“ah,yeorobeun,. Saya datang hanya ingin mengumumkan sesuatu.” Ucap tuan shin lantang dihadapan seluruh pegawai. Shindong pun masuk dalam barisan pegawai.
“pria disebelah saya, adalah putra tertua kebanggaan saya. Dia beberapa tahun belakangan menuntut ilmu kedokteran di London. Dan sekarang dia kembali dengan gelar dokternya. Mulai besok, putra saya ini akan menjadi dokter klinik ini. Selain diklinik ini, ia juga menjadi dokter di Korean international hospital. Ini adalah putra saya, hankyung…” ucap tuan Shin pajang lebar. Seorang pria tampan yang datang bersamanya pun maju menjajari ayahnya dan memberi salam pada seluruh karyawan. Shindong pun tercengang setelah melihat jelas wajah pria itu. Pria yang kemarin bertemu dikolam renang. Hankyung melihat kearah shindong dan tersenyum sambil membungkukkan badannya.
Setelah perkenalan singkat itu pun, rombongan tuan shin meninggalkan klinik. Namun tidak diikuti oleh hye you dan hankyung.
“ah,..aku harus. Yaah,kau.. ambilkan aku minuman..” ucap hye you ketus.
“mengapa kau begitu kasar?” Tanya hankyung.
“oppa,.sudahlah. mereka bekerja dibawah perintah kita. Appa yang membayar mereka.!!” Jawab hye you sambil merebahkan tubuhnya disofa ruang kerja hankyung.
“andwae..!! mereka karyawanku sekarang. Dan aku tak akan membiarkanmu memperlakukan karyawanku seperi budakmu,. Arraseo?” gertak hankyung.
“oppa,..!!!!!!!!!!” protes hye you. Namun tiba2 pintu diketuk dari luar. Hye you pun tak jadi melanjutkan ucapannya. Ia hanya mendengus kesal.
“annyeonghaseo,.. apa kau memutuskan untuk mulai hari ini? Bukankah tuan Shin bilang kau bekerja mulai besok?” Tanya shindong sopan.
“keurae. Aku bekerja mulai besok. Hari ini ingin menata ruangan ini. Ah,.kau bisa membantuku?” pinta hankyung. Shindong pun mengangguk.
“hye you, neo khaba.. keluarlah, kami ingin menata ruangan ini,.” Ucap hankyung cuek.
“oppa,neo.. kau mengusirku?” Tanya hye you dengan nada tinggi.
“aiish,..sikeuro..!! khaba,.” Ucap hankyung sambil mengambil tas dan jaket adik perempuannya itu dan menarik lengan hye you keluar ruangan.
“oppaa…!!!!” teriak hye you.
“annyeong…dongsaeng-yah..” ucap hankyung sambil melambaikan tangannya. Hye you mendengus kesal dan meninggalkan klinik dengan raut wajah yang tak baik,.
>>>>>>
“yoboseo”,.ucap gyu rin. Ia sedang bersama shindong dikantin kampus, tak jauh dari klinik.
“gyu rin-ah,..” panggil hyun su dengan suara bergetar menahan sakit.
“hyun su-yah, waegeurae????” Tanya gyu rin panic.
“aaarrgghhh…,” erang hyun su.
“hyun su-yah,..jawab aku,.!! Apa yang terjadi..?” shindong berhenti mengunyah dan memperhatikan gyu rin dengan panic. Shindong pun mulai menebak sesuatu yang buruk sedang terjadi.
“waeguerae?” Tanya shindong cemas. Namun gyu rin hanya menggeleng dan terus memanggil hyun su.
“hyun su-yah.. hyun su-yah neo odiseo?” Tanya gyu rin.
“stadion..aaarrgghhh…,” erang hyun su lagi.
“arraseo. Tunggu aku, jangan kemana-mana,. Oo..?!!!” ucap gyu rin sambil bergegas pergi diikuti shindong.
Namun ditengah jalan mereka berpas-pasan dengan hankyung.
“waegurae..??” Tanya hankyung yang melihat wajah panic tergambar jelas diwajah gyu rind an shindong.
“mianhae, kami buru2,.” Jawab gyu rin sekenanya dan langsung berlari kearah stadion.
“mianhae,hyung.. nanti ku jelaskan,.!” Ucap shindong sambil bergegas menyusul gyu rin. Hankyung mulai berfikir bahwa sesuatu yang tak baik sedang terjadi. Ia pun mengurungkan niatnya untuk kekantin dan kembali keklinik.
Sesampainya distadion, terlihat kerumunan ditengah arena. Gyu rind an shindong langsung menerobos kerumunan sambil berdoa tak terjadi apa2 pada hyun su. Dan terlihatlah hyun su yang terus menerus mengerang sambil memegang kakinya yang tak berhenti mengeluarkan darah. Seorang lelaki berada disampingnya, mencoba menghentikan pendarahan dikaki hyun su dengan handuk kecil yang dibawanya. Lelaki itu adalah siwon.
Melihat gyu rind an shindong, hyun su langsung mengulurkan tangan kearah mereka dan langsung disambut gyu rind an shindong.
“hyun su-yah,.wae?? wae ireokhae??” tany gyu rin panic.
“bawa keklinik,. Palli khajja..” ucap shindong sigap dan membantu hyun su berdiri.
“aniyo, gwaenchana,.. aku pulang saja, biar ku obati dirumah..” ucap hyun su sambil menyampirkan lengannya dibahu gyu rind an shindong.
“andwae!! Bawa keklinik dulu,. Biar hankyung hyung yang memeriksa,.!!” Ucap siwon tegas.
“dwaeso!!!!!” bentak hyun su. Semuanya terdiam, karena selama ini hyun su tak pernah membentak ataupun berbicara kasar pada siapapun.
“khajja..” ucapnya pada gyu rin dan shindong. Gyu rin menoleh kearah siwon sambil mengangkat bahunya tanda tak dapat berbuat apa2.
“aku antar. Jangan menolak. Aku akan membencimu jika kau masih keras kepala,.!” Ujar siwon tegas sambil menahan langkah hyun su. Hyun su kehabisan kata2 untuk menolak siwon dan akhirnya hyun su pun masuk kedalam mobil siwon bersama gyu rin.
“shindong???” panggil gyu rin.
“aku menyusul. Nanti aku bawa beberapa obat dari klinik..” ucap shindong sambil menutup pintu mobil dan membungkuk sebelum kemudian mobilnya melesat menelusuri jalan kampus.
Dari kejauhan, hye you terlihat kesal. Ia bersama dua orang pengikut setianya, sun hye dan Barbara.
“pabbo aniya..??? wae ireokhae?? Wae??” bentak hye you pada keduanya.
“kami sudah menaburkan serbuk kaca dikaus kakinya. Kakinya juga sudah terluka. Apa lagi yang salah,hye you-ah..?” Tanya Barbara.
“mwo?? Apa lagi?? Kau bilang apa lagi???? Apa kalian buta. Siwon ada disana, dan sekarang ia mengantar hyun su. Ini yang kalian bilang apa lagi?????” nada hye you semakin meninggi.
“mianhae..”
PLAAAAKK…!!!!!
Belum selesai sun hye bicara, tamparan telah mendarat tepat dipipinya yang mulus. Barbara menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena tak percaya sun hye akan mendapat tamparan dari hye you.
“neo..pabbo!!!!” ucap hye you sambil berlalu pergi dan diikuti Barbara. Sun hye pun menangis sendirian sambil memegang pipinya yang merah akibat tamparan keras dari hye you.
>>>>>>>>>
Tok..tok.. pintu rumah hyun su diketuk dari luar.
“biar aku yang buka,.!” Ucap gyu rin.
Gyu rin mulai beranjak untuk membuka pintunya.
“annyeonghaseo..” sapa seorang lelaki yang membawa kotak peralatan medis.
“hankyung-ssi.. shindong odiseo?” Tanya gyu rin kaget melihat hankyung yang datang.
“aku disini,..” ujar shindong tergopoh dibelakang hankyung.
“ah,.ne~… masuklah,.!” Gyu rin membuka pintu lebih lebar.
“biar kulihat,.!” Ucap hankyung sambil menarik kaki hyun su. Namun hyun su menepisnya.
“nuguseyo..?” Tanya hyun su jutek.
“omo,.hyun su-yah.. ini dokter klinik. Biarkan ia memeriksamu,.” Ucap shindong.
“andwae..! aku ingin kau yang mengobatiku, kau dokterku, shindong..” ucap hyun su sambil menatap tajam kearah hankyung. Namun hankyung membalas tatapan hyun su dengan senyum tulus. Hyun su enggan menatapnay lebih lama, karena tak terbiasa dengan wajah tampan yang baru dilihatnya.
“aiigoo…aku bukan dokter,hyun su-yah.. aku hanya tenaga medis. Aku membawanya kesini untuk memeriksa luka mu,. Ayolah..hyun su..” bujuk shindong. Gyu rin pun ikut membujuknya, dan setelah bernegosiasi panjang, hyun su bersedia mengulurkan kakinya.
“serbuk kaca..” ucap hankyung setelah memberdihkan darah yang menempel dikaki hyun su.
“mwo??” Tanya gyu rin.
“hyung, bagaimana bisa??” Tanya shindong. Hyun su masih terdiam tak mengerti.
“shindong, periksa kaus kakinya,.” Perintah hankyung. Shindong pun menurutinya.
“tapi, mengapa?” Tanya gyu rin.
“hyun su-ssi,. Apa kau memiliki musuh?” Tanya hankyung. Hyun su hanya menggeleng.
“hyung,.benar.. banyak sekali serbuk kaca dikaus kakinya..” ucap shindong.
“apa ada yang mencoba mencelakaiku?” Tanya hyun su.
“sepertinya.” Jawab hankyung enteng sambil terus membalut kaki hyun su.
“keundae, nugu??” Tanya gyu rin. Tak ada jawaban. Semua sibuk dengan pikirannya masing2.
>>>>>>>>
Keesokan paginya distadion, tak seperti biasanya hari ini hyun su hanya duduk memandangi rekan2nya yang sedang berlatih untuk pertandingan yang semakin dekat. Waktu yang tersisa hanya 1 bulan lagi. Dan sekarang kaki hyun su terluka dan tak bisa ikut latihan. Hyun su terlihat menghela nafas kesal sambil sesekali memaki kakinya yang diperban.
“minum?” hankyung mengambil tempat duduk disebelah hyun su sambil menyerahkan minuman kaleng kemasan padanya.
“gomawo,.” Ucap hyun su sambil membuka penutup kaleng tersebut dan meneguk minumannya.
“kesal?” Tanya hankyung.
“sangat..!!” jawab hyun su singkat.
“pria yang disana itu, apa kau menyukainya..?” Tanya hankyung tiba2 sambil menunjuk siwon sebagai pria yang ia maksud.
“kau tak berhak bertanya. Jangan sok akrab. Permisi..!!” jawab hyun su ketus dan bangkit dari duduknya. Ia melangkahkan kakinya buru2 menjauhi hankyung. Langkahnya pincang, tentu saja.
Hankyung hanya tertegun beberapa saat dan kemudian tersenyum penuh arti.
I got it,.batinnya..
Beberapa hari kemudian, gyu rin terpaku melihat sosok yang sedang berlari mengitari stadion. Gyu rin bergegas melangkahkan kakinya kesana.
“yah…neo michyoso??” bentak gyu rin sambil mencengkram tangan gadis dihadapannya.
“wae??” tanyasang gadis sambil menepis cengkraman gyu rin.
“hyun su, jangan memaksakan keadaan. Hankyung belum mengizinkanmu latihan,. Kakimu masih bengkak,..” omel gyu rin. Namun hyun su tak peduli, ia malah meneruskan latihannya.
“yah..!!!” bentak gyu rin.
“aiish..wae??” balas hyun su.
“jangan hanya karena siwon kau mengabaikan fisikmu. Dia tak pantas untuk itu..!!” ucap gyu rin dengan nada yang masih meninggi.
“mwo?? Apa pedulimu? Ini tubuhku, aku yang berhak ingin menggunakannya untuk apa. Dan lagi, peringatan hankyung untuk tak berlatih adalah omong kosong sampah dari orang yang tak tau apa arti pertandingan. Dan kau, jangan mencampuri urusanku lagi, urus saja dirimu sendiri.” Ujar hyun su ketus dan melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.
“yah.. neo,.!!! Hyun su-yah..hyun su-yah…” teriak gyu rin namun hyun su sama sekali tak menoleh dan terus melanjutkan larinya semakin cepat.
“sudahlah..” tiba2 hankyung sudah berada dibelakang gyu rind an menepuk pundaknya. Hankyung beranjak pergi dan diiringi gyu rin.
“apa kau mendengar ucapan hyun su? Aku mewakilinya untuk minta maaf. Dia tak bermaksud untuk….”
“omong kosong sampah?” potong hankyung. Gyu rin hanya menunduk memandangi ujung sepatunya yang terus melangkah.
Hankyung menoleh kearah gyu rin,. “gwaenchana..” ucapnya kemudian. Tiba2 handphone hankyung bordering dari saku celananya. Ia segera mengangkat telponnya, sepertinya ia sedang mendapat telpon penting.
“yoboseo.. ne~, hangkyung imnida..” ucap hankyung. Setelah mendengar penjelasan dari seberang telpon, ia terlihat mengerutkan keningnya.
“baiklah. Siapkan ruang operasi, aku segera kesana.” Ia menutup dan memasukan ponselnya kembali.
“gyu rin, maaf tidak bisa mengantarmu. Ada operasi dirumah sakit. Aku harus segera kesana.”
“ah,.ne~,gwaenchana..” jawab gyu rin. Mereka pun berpisah digerbang kampus. Hankyung segera bergegas keklinik untuk mengambil mobilnya dan segera ke rumah sakit tempat ia bekerja.
Gyu rin memutuskan untuk tidak pulang kerumah. Ia menunggu didepan rumah hyun su, menunggu hyun su pulang.
Hari mulai beranjak gelap, hawa dingin mulai menyergap. Gyu rin merapatkan mantelnya guna mengurangi hawa dingin menembus kulitnya. Ia terus menunggu didepan rumah hyun su, sesekali ia melirk jam bermerek ditangan kirinya. Namun tiba2 matanya tertuju pada sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari rumah hyun su. Tak perlu memastikan lebih jauh lagi, gyu rin sudah tau siapa pemilik mobil sport mahal limited edition itu, hye you..
“ngapain tuh orang?” Tanya gyu rin pada dirinya sendiri. Ia pun terus memperhatikan gerak-gerik hye you yang tetap berada dibalik kemudi.
Tak lama, terlihat hyun su yang berjalan tertatih muncul, dan mobil hye you yang terparkir pun mulai menyala. Dan dalam hitungan detik, mobilnya telah menabrak tubuh hyun su. Melihat hyun su terpental cukup jauh, gyu rin berlari cepat.
“hye you-ssi,. Moeyaaaa???????” teriak gyu rin sambil membantu hyun su berdiri. Perhatiannya kini tertuju pada sahabatnya,”yah,.hyun su,neo gwaenchana??” tanyanya khawatir.
“ku peringatkan, jangan pernah bermimpi tentang siwon. Dia milikku.. aku bisa bertindak lebih jauh lagi dari ini jika kau tetap keras kepala. Arraseo???” ancam hye you tepat dihadapan hyun su dan gyu rin.
“nampeun nom..!!!” ujar hyun su dan mencoba bangkit. Namun ia merasa sakit yang teramat sangat dikakinya.
“aah,.kakimu sudah bisa berlari lagi? Oough,..bukankah seharusnya butuh 3minggu untuk sembuh? Aneh..” ucap hye you sambil mengangkat bahunya dan masuk kedalam mobilnya.
“dari mana kau tau?apa ini semua…” ujar gyu rin namun dipotong oleh hye you.
“keurae.. na-ya..” ujar hye you santai dan berlalu dengan mobilnya.
“aaiish,…jinja..” maki gyu rin. Hyun su masih termenung dalam fikirannya. Namu teriakan pria menyadarkannya dari fikiran2nya.
“hyun su-yah..” teriak sang pria.
“appaa….” Balas hyun su. Ia pun bangkit dengan dipapah gyu rind an ayahnya .
“waegeurae??” Tanya ayahnya khawtir.
“aniyo,. Hanya kecelakaan kecil. Tadi ada pengendara mabuk,. Kkokjongma..” jawab hyun su. Namun gyu rin memandangnya dengan wajah kesal.
>>>>>>
“khajja..!!” siwon menarik lengan hyun su secara tiba2. Hyun su yang sedang mengencangkan tali sepatunya dan hendak bersiap mengitari stadion pun tersentak kaget melihat siwon yang telah menggenggam erat lengannya.
“wae..??” Tanya hyun su.
“kerumah sakit. Kita harus melakukan pemeriksaan terhadap kakimu.” Ucap siwon sambil makin mengeratkan cengkramannya.
“dwaeso. Gwaenchanaeyo..” elak hyun su sambil menghentakkan tangannya. Cengkraman siwonpun terlepas, namun dengan sigap siwon mencengkramnya kembali.
“khajja..” kali ini siwon menyeret paksa hyun su masuk kedalam mobilnya. Hyun su meronta, namun sia2.. tenaga siwon jauh lebih besar ketimbang tenaganya. Dan akhirnya ia menyerah.
Didalam perjalanan, hyun su hanya mengelus lengannya yang memerah akibat cengkraman siwon yang super duper kuat tadi. Siwon yang melirik sekilas lengan hyun su yang merah pun merasa tak enak.
“jogii..hmm.. mianhae,hyun su-yah..”
“oh..? aah..gwaenchana..” jawab hyun su menghentikan elusan lengannya.
“semalam apa tidak apa2..?” Tanya siwon hati2.
“oh,.ottokhae arraseo?” Tanya hyun su heran.
“hye you bilang kau tertabrak. Dia ingin membawamu kerumah sakit, tapi kau menolak.”
“mwo??” Tanya hyun su tak percaya.
“waeyo? Hye you menghubungiku semalam dan menceritakan ini. Mengapa tidak mau kerumah sakit? Kakaknya hye you kan dokter, dia bisa memeriksamu.”
“dokter?” Tanya hyun su, namun siwon hanya tersenyum simpul dan kembali focus pada kemudinya.
Tak beberapa lama mereka tiba disalah satu rumah sakit ternama dikorea. Menurut keterangan siwon, kakak hye you menjadi dokter tetap disini. Dan ia akan memeriksaku hari ini. Siwon memapahku berjalan, karena kakiku masih tak bisa berjalan sempurna.
Tiba disebuah ruangan, kami disambut perawat wanita yang ramah. Ia menyuruh kami untuk menunggu karena dokter sedang dalam perjalanan. Kami pun menunggu sejenak.
Tak beberapa kemudian, dokter yang dimaksud pun datang. Hyun su kaget bukan kepalang melihat dokter yang ada dihadapannya.
“mianhae,siwonnie,.. tadi ada beberapa pasien diklinik.” Sapanya.
“ne,gwaenchana hyung.. ini hyun su yang aku ceritakan semalam.” Ujar siwon.
“ah,.ne,. annyeonghaseyo, hankyung imnida.. bangapsumnida,hyun su-ssi..” salam hankyung. Hyun su melengos bosan dan memalingkan wajahnya.
“mari, biar ku periksa..”
“andwae..!! oppa, aku pamit..” ucap hyun su pada siwon.
“hyun su-yah,.wae??” tahan siwon.
“nan gwaenchana.. aku tak butuh pemeriksaan, apa lagi dari DOKTER HANKYUNG…!!! Permisi..!!” ujar hyun su sambil berlalu pergi.
“siwonnie,.biar aku saja.” Ujar hankyung. Siwon pun membiarkan hankyung mengejar hyun su.
Hyun su berlari sangat cepat dan segera masuk lift begitu pintunya terbuka. Namun hankyung lebih sigap, ia menahan pintu lift dan melangkah masuk.
“kha..” ucap hyun su.
“andwae..! pintunya tertutup..!” jawab hankyung puas.
Hyun su menghembuskan nafas kesal dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi gyu rin. Namun baru saja hyun su menekan tombol calling, hankyung langsung merampas ponselnya.
“yah,.neo..!!!” maki hyun su.
“wae? Mengapa kau begini padaku? Aku bersalah?” Tanya hankyung.
“aku memang seperti ini..” jawab hyun su jutek.
“tapi tidak pada siwon.!” Ucap hankyung. Hyun su tak menggubris.
“yah…!!” ujar hankyung kesal karena dicuekin.
“mwoeya???” bentak hyun su.
“wae?????” Tanya hankyung.
“karena adikmu selalu membuatku sulit.!!” Jawaban singkat hyuns su bertepatan dengan terbukanya pintu lift. Hyun su langsung merampas kembali ponselnya dan melangkah keluar, meninggalkan hankyung yang masih tertegun tak beranjak dari tempatnya.
>>>>>>>
Malam harinya dikamar hankyung, saat hankyung sedang tekun dengan bacaannya, pintu kamarnya dibuka.
“oppa,.. sibuk?” Tanya hye you.
“ani. Wae?” Tanya hankyung menutup bukunya.
“ah,..aniyo. keurom,.” Ucap hye you sambil menutup kembali pintu kamar oppa satu2nya itu.
“chamkkan,..masuk lah. Ada yang ingin aku tanyakan..”ujar hankyung. Hye you pun urung menutup pintunya dan masuk kamar hankyung dan duduk ditempat tidur empuk oppanya itu.
“bushun suriya?” Tanya hye you.
“neo,. Apa yang kau lakukan pada hyun su???” Tanya hankyung to the point.
“hyun su? Nugu?” Tanya hye you pura2 tak mengenal hyun su.
“kkojima,.” Tekan hankyung. Hye you semakin salah tingkah karena introgasi hankyung.
“w..w..wae.? wae?” Tanya hye you.
“oppa-ga, hyun su johanende..” ucap hankyung tegas menatap tajam mata adiknya. Hye you tak kaget bukan kepalang.
“mwo? ANDWAE..!! oppa andwae..!!” ucap hye you.
“wae?” Tanya hankyung.
“oppa,.dia menyukai siwon, dia ingin merebut siwon dariku.” Ucap hye you histeris.
“arraeyo.. tapi oppa akan memperjuangkannya. Jadi, jangan membuatnya sulit, oppa akan melindunginya. Ah,.dan siwon,. Dia bukan pacarmu, benarkan?”
“oppa,..!!! nomu sirro..!!” ucap hye you panic. Hankyung melangkah keluar dari kamarnya. Namun ia berhenti sebelum benar2 keluar, dan berbalik menatap adiknya yang terlihat menangis.
“hye you, jawab aku. Apa kau yang menyebabkan kaki hyun su terluka?” Tanya hankyung penuh selidik.
“ne,. na-ya.. wae??? Wae??” teriak hye you sambil berlari menerabas hankyung keluar.
Aku tak akan mengampunimu,hyun su-yah.. aku akan membuatmu menyesal,.. batin hye you.
>>TBC
Apa yang akan dilakukan hye you untuk menghalangi hankyung bersama dengan hyun su..? kesialan apa lagi yang akan hyun su terima? Tunggu dipart berikutnya..
gamshamnida,..
everlastingtha_1001@yahoo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar