Sabtu, 13 Oktober 2012

Give Me A Time Part 04 ( Ending )



Give Me A Little Time
Author : Shin Hye You
Cast :
Shin Hye You
Kim Hyun Su
Kim Hee Chul
Park Ga Eun
Kwon Ji Yong ( G Dragon )
Choi Soo Woon

Dirumah Sakit
“ penyebarannya kerusakannya sudah parah ..satu – satunya cara adalah transpalasi jantung .kita harus cepat mencari pendonor “ ucap dokter Lee Sung Min
Hyun Su menanggis dibahu Soo Woon. Hee Chul memukul dinding rumah sakit yang tidak akan melawan dan siap menerima semua bentuk kemarahannya Hee Chul. Hee Chul akhirnya berhenti melampiskan kemarahannya .dia duduk dilantai ditenggelamkan kepalanya diantara kedua kakinya dan bahu Hee Chul berguncang keras. Hee Chul menangis …
Ji Yong hanya diam tidak mengerti apa yang sedang terjadi …yang diingatnya tadi mereka sedang bermain dan tertawa sepuasnya sampai akhirnya peristiwa ini terjadi..dia ingin meminta penjelasan tapi tidak tahu harus meminta kepada siapa.


Soo Woon yang melihat Ji Yong bingung mendekati Ji Yong dan berkata “ Hye You menderita kerusakan jantung karena pernah meminum obat sakit jantung pada waktu usia 10 tahun…aku sendiri tidak mengetahui cerita persisnya “
Flash Back 7 tahun yang lalu
Kehidupan Hye You kecil sangat bahagia. Dia punya Eomma yang cantik dan baik hati. Appa yang walaupun seorang pengusaha sukses tapi selalu menyiapkan waktu untuk anak – anaknya. Suatu hari roda kebahagian keluarga Hye You berhenti berputar. Appa Hye You yang memiliki sakit jantung mulai mementingkan pekerjaannya dia bahkan bisa tidak pulang kerumah berbulan bulan, Eomma Hye You mulai kesepian. Suatu hari Eomma Hye You pergi dari rumah pada waktu hujan deras. Keesokan harinya, Eomma Hye You ditemukan tewas karena kecelakaan
Sejak saat itu Appa Hye You menyalahkan dirinya atas peristiwa yang terjadi terhadap Eomma Hye You . Appanya berubah seperti zombie yang hanya duduk di depan meja rias Eomma Hye You tanpa bicara. Hye You pun sama terpukulnya dengan Appanya. Hye You tidak masuk sekolah sampai berminggu – minggu. Berbeda dengan Hee Chul yang berhasil dengan sempurna menyembunyikan kesedihannya.dengan memakai topeng senyuman.
Suatu hari ketika Hee Chul baru pulang sekolah dia mendengar suara teriakan dari dalam rumahnya.
“ andwae…appa…andwae….” Teriak Hye You
“ Ayo… kita sama – sama ketempat Eommamu “ kata Appa Hye You
Hee Chul segera berlari kearah datangnya suara itu..dia kehabisan kata- kata untuk menggambar kejadian yang tengah terjadi didepan matanya. Tangan kanan Appanya sedang memegang  botol obat jantungnya sedangkan tangan kirinya sedang berusaha membuka mulut Hye You untuk memasukan obat itu …Hee Chul berteriak  “ Appa …andwae……” kata Hee Chul sambil menarik tangan Appanya..tapi terlambat beberapa butir obat itu sudah masuk kedalam mulut Hye You …seketika badan Hye You menerjang , kedua matanya membulat. Dari mulutnya keluar busa putih. Hee Chul berteriak sejadi- jadinya…
Appa Hye You yang melihat hal itu hanya terdiam dan terus bergumam “ Hye You…Hye You… karena obat obatan itu kerja jantung Hye You menjadi kacau . jantungnya yang sehat berubah menjadi ancaman kematian baginya yang tidak diketahui kapan jantungnya itu akan berhenti.
Flash Back End
Ji Yong yang mendengar itu semua hanya terdiam. Dia tidak bisa membayangkan dibalik senyuman Hye You ada terlalu banyak goresan tinta hitam yang menikam hatinya.

Dikamar Hye You
Hye You masih belum siuman . Kedua mata hitamnya masih tertutup.Hyun Su tidak henti – hentinya menangis. Penampilan Hyun Su dan Hee Chul sungguh berantakan . baju yang sudah 2 hari tidak diganti membuat ruangan itu punya bau yang khas.
Keinginan Ji Yong yang selalu ingin menemani Hye You selalu ditentang oleh Hyun Su maupun oleh Hee Chul. Mereka tidak ingin adiknya itu menjadi beban bagi orang lain. Tapi Hee Chul dan Hyun Su tidak bisa mengusir Ji Yong yang selalu datang . akhirnya mereka menyerah dan membiarkan Ji Yong menemani Hye You
Diruangan Dokter Lee
“ Dokter, kenapa sampai dengan sekarang adik saya masih belum siuman ?” tanya Hee Chul
“ kerusakan jantung adik kamu sudah mencapai 70%  dan karena itu perkerjaan jantungnya semakin berat.“ jawab Dokter Lee
“ jadi berapa adik saya akan seperti ini , dok ? tanya Hyun Su
“ tidak ada yang tahu “ jawab Dokter Lee menggantung
Hyun Su menanggis dibahu Hee Chul.
Dikamar Hye You
“ Hye You-ah , sampai kapan kamu akan seperti ini ? ayo bangun dan perlihtakan senyum mu ? “ ucap Ji Yong sambil memegang tangan Hye You
Jari –jari Hye You bergerak, Ji Yong terkejut dan segera melihat kearah mata Hye You..mata itu perlahan mulai terbuka …” Ji Yong ..” ucap Hye You lemah
“ ne..kamu mau apa? “ jawab Ji Yong
“ tolong panggilan Hyun Su eonnie dan Hee Chul Oppa “ kata Hye You
“ Ne…chakkaman ..” ucap Ji Yong
Ji Yong menekan tombol – tombol di ponselnya kemudian menekan tombol hijau..
“ Hyung , Hye You sudah sadar “ ucap Ji Yong
Ji Yong menutup ponselnya dan menyimpannya kembali kedalam saku celananya..dia memandangi wajah Hye You ..
“ apa wajahku sudah jelek ? kenapa memandangiku seperti itu …. “ kata Hye You sambil tertawa.
“ aniyo…kamu masih tetap cantik …aku hanya merasa kangen dengan senyuman mu ..” ucap Ji Yong serius
“ Ji Yong, kamu masih bisa bercanda yach…. “ kata Hye You sambil tersenyum
“ aku sudah tahu semuanya …” ucap Ji Yong lirih
Hye You berhenti tertawa dan bertanya “ nugu ? siapa yang memberitahumu ? “
“ siapa itu tidak penting ? aku hanya ingin tahu , wae ? kamu tidka memberitahuku “ tanya Ji Yong
“ apakah aku harus memberitahumu ? “ tanya Hye You
Kali ini Ji Yong yang terdiam . tiba – tiba pintu terbuka . Hyun Su dan Hee Chul menyeruak masuk. Hyun Su langsung memeluk Hye You. Hee Chul melihat ekspresi wajah Ji Yong yang sedang memandangi Hye You. Hee Chul menarik tangan Ji Yong dan mengajaknya keluar. Hee Chul memilih taman rumah sakit untuk berbicara dengan Ji Yong.dia berdiri sementara Ji Yong duduk di kursi taman .
“ kamu menyukai Hye You ? “ tanya Hee Chul tanpa basa basi
Ji Yong tidak menjawab…
“ seperti yang  aku duga kamu tidak akan menjawab…jangan dekati Hye You lagi “ ucap Hee Chul tegas sambil berbalik badan dan hendak meninggalkan Ji Yong
“ aku menyukainya …bahkan aku  mencintainya “ ucap Ji Yong
“ kamu sudah tahu kan penyakit Hye You ? “ tanya Hee Chul
“ ne…aku sudah tahu semuanya “ kata Ji Yong
“ kalau begitu jangan dekati Hye You , aku tidak mau hal yang sama terjadi lagi “ kata Hee Chul
“ Hyung…aku mencintai dia….” Kata Ji Yong
Hee Chul seakan tidak mendengar kata – kata itu dia terus berjalan meninggalkan Ji Yong.
“ Hyung …aku mencintai Hye You …” teriak ji Yong
Hee Chul semakin mempercepat langkahnya dan menghilang di tikungan rumah sakit

Dikamar Hye You
“ onnie,,,berapa lama aku tertidur ? “ tanya Hye You pada Hyun Su yang sedang menyisir rambutnya.
“ 2 hari…” ucap Hyun Su lemah
“ 2hari…berarti aku sudah 2 hari tidak mandi …astaga …” ucap Hye You
Hyun Su mengangguk …dia menahan airmatanya ..rambut – rambut Hye You rontok ..sisir yang dipegang Hyun Su penuh dengan rambut Hye You…Hyun Su berusaha menahan air matanya..
Hee Chul masuk dan melihat Hyun Su memegang sisir yang penuh rambut. Hee Chul langsung membelai rambut Hye You dan berkata “ kamu bau “.
“ oppa, lebih bau lagi “ kata Hye You sambil tersenyum
Hyun Su segera  memanfaatkan moment itu untuk keluar kamar…setelah keluar kamar airmatanya langsung tumpah …Ji Yong yang melihat Hyun Su menanggis duduk disebelah Hyun Su. Hyun Su terkejut dengan kedatangan Ji Yong…
“ wae….?? “ tanya Ji Yong
Hyun Su mengeluarkan sisir dari saku celananya..
“ ini ?? “ tanya Ji Yong
“ rambut Hye You “ jawab Hyun Su masih terisak
Ji Yong tersentak dengan jawaban Hyun Su…
“ kerusakan jantungnya sudah mencapai 70% , kalau tidak segera dilakukan transpalasi jantung dia akan …. “ ucap Hyun Su mengantung ..
“ dia akan apa ?? “ tanya Ji Yong
“ dia akan meninggalkan kita “ ucap Hyun Su sambil menanggis.
Ji Yong terdiam ..
Hyun Su bertanya kepada Ji Yong “ Apa kamu menyukai Hye You ? “
Ji Yong tersentak dan berkata ” ne…aku menyukai Hye You “
“ kalau begitu lebih baik tinggalkan dia “ kata Hyun Su
“ waeyo ? tadi Hee Chul Hyung juga menyuruh ku meninggalkan Hye You ..” tanya Ji Yong
“ karena kami tidak mau hal itu terulang kembali . “ jawab Hyun Su
“ hal apa ? “ tanya Ji Yong

Flash Back
3tahun yang lalu ketika Hye You kelas 1 SMA…dia bekenalan dengan namja yang bernama Kim Jong Woon…namja itu pemain piano terkenal. Hye You dan Namja itu berkenalan ketika namja itu melakukan konser amal untuk anak – anak yatim didaerah rumah Hye You.setelah 3 bulan berkenalan Hye You dan Jong Woon semakin dekat dan berpacaran. Tapi setelah hye You memberitahu penyakitnya kepada Jong Woon..
Namja itu pelan – pelan menghilang dari hadapan Hye You. Sejak saat itu sikap Hye You mulai berubah dia mulai diam dan tidak mau minum obat. Sehingga penyakitnya kambuh. Sejak saat walaupun dia tersenyum senyuman itu hanya senyum palsu. Dia hanya tidak orang – orang merasa kasihan padanya .
Flash Back End
“ kamu tahu apa yang aku rasakan ketika Hye You tertawa lagi tapi bukan untukku atau Hee Chul oppa tapi untukmu ?? yang kurasakan adalah rasa takut ..takut kalau hal itu akan terulang kembali.” Kata Hyun Su
“ Tapi aku tidak akan melakukan itu “ kata Ji Yong
“ Tidak ada orang yang tahu apa yang akan terjadi nanti” ucap Hyun Su
Ji Yong kembali terdiam . keduanya terdiam dan hanyut dalam pikirnya masing – masing.
Tiba – tiba terdengar teriakan dari dalam kamat Hye You
“ Hye You “ teriak Hee Chul
Ji Yong dan Hyun Su berlari kerarah kamar Hye You, mereka mendapati Hye You muntah darah.Hee Chul terlihat sangat panik.dia mengelap mulut Hye You tapi darah itu terus keluar. Raut wajah Hye You semakin pucat. Ji Yong berlari keluar kamar sambil berteriak memanggil dokter. Tak lama Dokter Lee dan beberapa suster datang dan memaksa Hee Chul, Hyun Su dan Ji Yong keluar dari kamar.
10 menit kemudian dokter Lee keluar dan berkata “ Hye You tidak akan bertahan lama jika tidka segera melakukan transplasi “ Hee Chul segera menarik kerah jas Dokter Lee “ apa maksudmu ? Hye You kami akan hidup dan akan terus hidup “ teriak Hee Chul hendak memukul Dokter Lee. Hyun Su berusaha menahan Hee Chul tapi dia tidak mampu..Tiba – tiba
PLAKK
Sebuah tamparan mendarat manis dipipi sebelah kanan Hee Chul. Hee Chul terdiam dan melepaskan tangannya. “ Hyun Su “ ucap Hee Chul lirih
“ Hye You , sudah menderita didalam sana “ ucap Hyun Su sambil menujuk kamar Hye You
“ oppa, jangan tambah penderitaannya lagi “ samabung Hyun Su lirih  lalu menangis
Hee Chul terdiam ..Ji Yong juga ikut terdiam . dia seakan melihat semuanya dalam gerakan lambat .Hye You yang muntah darah, Hee Chul yang menarik jas dokter dan Hyun Su yang menampar Hee Chul.Ji Yong seakan melihat adengan difilm film romantic yang sering ditontonnya yang terjadi didepan matanya sendiri.
Kondisi Hye You makin hari makin memburuk kini dari tubuhnya tinggal tersisa kulit yang membalut tulang . pipinya nya yang chubby berubah menjadi pipi kurus yang memanjang . rambut hitam panjangnya sudah mulai rontok..bola matanya yang dulu berbinar kini sinarnya meredup.
Hyun Su , Hee Chul ,Ji Yong dan selalu bergantian menjaga Hye You . Ji Yong selalu menolak saat disuruh beristirahat. kantongnya matanya sudah menghitam . sudah 3 hari Ji Yong tidak tidur. Dia ingin sewaktu Hye You bangun dan tersenyum padanya . senyuman yang selama 1 minggu tidak di berikan Hye You..dia Kangen Senyuman itu
Keesokannya harinya Hye You bangun dengan arut wajah yang masih sama yaitu pucat. Hye You melihat tingkah kedua kakaknya sangat aneh .ketika Hee Chul menatap Hyun Su akan seolah olah mengambil seseuatu dari dalam tasnya . sementara kalau Hyun Su melihat Hee Chul. Hee Chul akan membuang muka.
“ oppa.. onnie..bisa belikan aku permen “ ucap Hye You “ mulut ku pahit “ sambung Hye You
Hyun Su dan Hee Chul segera kelua. Setelah Mereka keluar Hye You memanggil Ji Yong
“ Ji Yong , tolong jelaskan padaku apa yang terjadi pada kedua kakak ku ? tanya Hye You
Ji Yong lalu menjelaskan peristiwa yang terjadi beberapa hari yang lalu.
“ Ji Yong – ah , apa aku egois kalau aku menginginkan kedua kakak ku berada disampingku “ tanya Hye You
“ tidak...mereka kakak mu . ‘ jawab Ji Yong
“ Tidak aku egois ..aku menginginkan mereka tanpa memikirkan perasaan mereka .. “ Kata Hye You sambil menangis
“ apa maksudmu ? “kata Ji Yong
“ mereka saling menyukai tidakkah kamu melihat itu ? tanya Hye You
“ tapi mereka kakak adik Hye You ..” kata Ji Yong
“ Hyun Su eonnie bukan eonnie kandung ku “ kata Hye You
“ Mwo ? “ kata Ji Yong
“ Ne…Hyun Su onnie adalah anak teman akrab Eommaku ..waktu aku berusia 5 tahun dan onnie berusia 6 tahun orang tua Hyun Su Eonnie mengalami kecelakaan pesawat dan  sampai dengan sekarang tidak diketahui apakah mereka selamat atau tidak. Sejak saat itu eomma ku mengangkat Hyun Su eonnie sebagai anak“ terang Hye You
“ kalau dia sekarang menjadi anak angkat keluargamu seharusnya dia mengganti marganya.” Tanya Ji Yong
“ eomma ku yang tidak mengijinkannya . kata eomma ku kalau misalnya orangtua Hyun Su onneie masih hidup mereka akan dengan mudah menemukan Hyun Su onnie . tapi sampai dengan sekarang belum ada kabar dari kedua orangtua Hyun Su Onnie “ jelas Hye You
kalau begitu mengapa mereka bertindak seperti tanpa perasaan apapun ? “ tanya Ji Yong
“ Karena aku.  Mereka takut menyakitiku…” jawab Hye You
Ji Yong seakan mengerti maksud Hye You…
Tiba – tiba ponsel Ji Yong berdering , Ji Yong menangkat telponnya dan meletakannya di telinga kirinya .
“ yoboseoyo …” kata Ji Yong
“ Yobosoeyo , Ji Yong jam 11 nanti kamu ada pemotretan untuk majalah ELLE “ kata Ga Eun
“ batalkan saja ..aku tidak  mau pergi “ jawab Ji Yong sambil menutup telpon
“ Ji Yong-ah , pergilah “ kata Hye You sambil tersenyum
Sesampai didorm Bigbang
Ga Eun dan member yang lain sedang duduk menunggu kedatangan Ji Yong
“Hyung “ ucap Seung Ri
“ tunggu sebentar aku akan mandi dan kita bisa segera pergi “ ucap Ji Yong lemah
“ tidak ada pemotretan “ ucap TOP
“ apa maksudmu ? “ tanya Ji Yong tidak mengerti
“ kami hanya ingin kamu beristirahat “ jawab Dae Sung
Ji Yong berbalik dan memakai sepatunya kembali
“ mau kemana kamu “ tanya Ga Eun
“ menemani Hye You “ jawab Ji Yong
“ kamu anggap kami apa ? kami temanmu. Berbagilah dengan kami “ ucap TOP
Ucapan TOP membuat Ji Yong berhenti dari aktivitasnya
“ kami juga ingin membantumu.Hyung “ ucap Tae Yang
“ apa yang bisa kalian bantu untuk ku ? kalian tidak mengenal Hye You “ jawab ji Yong sambil mengikat tali sepatunya
“ karena itu duduk dan jelaskan pada kami “ ucap TOP bijaksana
Ji Yong terdiam, Tae Yang berjalan kerarah Ji Yong dan menarik tangan Ji Yong. Ji Yong kemudian duduk di kursi tapi dia masih diam.
“ siapa itu Hye You “ Tanya Dae Sung
Ji Yong mulai menceritakan semua tentang Hye You kepada Member Big Bang yang lain.setelah selesai bercerita para member lain maupun Ga Eun tidak memberikan Komentar apapun. Mereka hanya menyimpulkan Hye You adalah gadis yang dicintai Ji Yong dan sekarang dia sedang berusaha melawan kematian.
“ tidurlah dulu dan setelah kamu bangun kita akan bersama – sama menjenguk Hye You, aku sudah membatalkan semua kegiatan Big Bang hari ini “ ucap Ga Eun yang disertai anggukan kepala oleh member lain. Ga Eun beranjak meninggalkan Ji Yong dan yang lainnya .
 Ji Yong menatap Ga Eun yang semakin menjauh. “ gomawo “ ucapnya lemah. TOP Juga ikut beranjak dia menepuk pelan pundak  Ji Yong.
Sorenya pukul 4
Ji Yong dan member lain dan juga Ga Eun  pergi kerumah sakit . kamar 1330 itulah kamar Hye You .Ji Yong mengetuk pintu dan mereka masuk . didalam kamar hanya ada Hye You .
“ Ji Yong “ panggil Hye You
Ji Yong tersenyum  dan berkata “ kenalkan mereka teman segrup ku . ini ..( SKIP )
Tak lama setelah itu para member Bigbang dan Ga Eun pamit pulang kecuali Ji Yong. Ji Yong dan Hye You sedang bercanda ria ketika pintu kamar Hye You diketuk . masuklah Soo Woon.

“ eonnie…” panggil
“ mianhe baru bisa menjenguk sekarang “ ucap Soo Woon dengan nada bersalah
“ gwanchana “ ucap Hye You sambil tersenyum
Ji Yong pergi keluar meninggalkan Hye You dan Soo Woon yang sepertinya ingin melakukan pembicaran perempuan .ketika dia diluar dia mendengar para suster sedang membicarakan seorang pasien.
“ kasihan dia ..padahal dia masih muda “ ucap  suster A
“ iya…dia juga tampan dan seorang pemain piano terkenal ..kasihan sekali nasibnya seperti ini “ jawab suster B
Ji Yong tiba tiba ikut nimbrung dengan suster – suster itu .
“ memangnya dia sakit apa ?’ tanya Ji Yong
“ kerusakan otak karena jatuh dari panggung dan mengakibatkan obatnya terdapat sumbatan “ jawab Suster A
“ tidak bisa disembuhkan ? “ tanya Ji Yong polos
“ tidak…kamu tahu kalau jantung rusak masih bisa ditransplasi tapi kalau otak itu udah nggak bisa . “ jawab Suster A
“ jadi artinya orang yang otaknya rusak itu sudah mati “ jelas Suster B
“ terus pasien itu masih hidup ? “ tanya Ji Yong
“ dia masih hidup tapi itu hanya hidup harapan palsu, kalau selang dan kabel yang melakta ditubuhnya dilepas makan dia akan mati “ jawab Suster B
“ sayang sekali, ibunya bersikeras kalau anaknya masih hidup , padahal kalau ibunya rela organ pasien itu bisa menolong orang lain “ ucap Suster A
“ kalau jantungnya bisa ? “ tanya Ji Yong lagi
“ tentu saja bisa , asal orang menerima transplasi golongan darahnya sama dan umurnya tidak jauh berbeda.” Jawab Suster A
“ golongan darah dan umur pasien itu berapa ? “ tanya Ji Yong
“ A dan umurnya 21 tahun “ jawab Suster A
“ gomawo ..” ucap Ji Yong sambil berlalu

Ji Yong berlari keruangan Dokter Lee . dia mengetuk pintu dan masuk
“ dokter Lee , ada yang mau saya tanyakan ?” ucap Ji Yong
“ ada apa ? silahkan duduk “ jawab Dokter Lee
“ apa kalau ada pendonor jantung Hye You bisa selamat ? “ tanya Ji Yong
“ kemungkinan itu ada “ jawab Dokter Lee
“ berapa besar ? “ tanya Ji Yong
“ 30 % .tapi hanya ini satu satunya cara “ jawab Dokter Lee
“ ne..arraseo …” jawab Ji Yong

Setelah banyak hal kepada Dokter Lee, dia berlari kearah ruangan pasien yang menderita kerusakan otak itu. Kamar 3003. Ji Yong sudah berdiri didepan pingtu . dia menyiapkan mentalnya.diketuknya pintu dan terdengar suara “ masuklah “ yang dilafalkan dengan nada lemah dan putus asa.
“ ajjuma,,,mianhe menggangu “ ucap Ji Yong sopan
“ nugu ? “ jawab Ajjuma itu yang bernama Kim Sam Yong
“ Cheonun Kwon Ji Yong.aku hanya datang ingin meminta bantuan dari Ajjuma “ jawab Ji Yong
“ apa  maksudmu ? “ tanyaa Nyonya Kim
Ji Yong selembar kertas yang bertuliskan “ SURAT DONOR “ .Ajjuma Itu terkejut melihat kertas itu.
“ sebenarnya kamu mau apa ? “ teriak Nyonya Kim
“ aku hanya mau ajjuma menolong orang yang sangat berarti bagiku . dia menderita kerusakan jantung dan jika tidak segera mendapat transplasi jantung dia akan pergi meninggalkan aku …” jelas Ji Yong
“ jadi kamu mau anakku yang mati? “ marah Nyonya Kim
“ aku hanya ingin Hye You hidup itu saja “ jawab Ji Yong lemah
“ keluar …” ucap Nyonya Kim
“ Ajjuma ..” ucap Ji Yong
“ kamu tidak dengar.? Keluar “ teriak Nyonya Kim
Ji Yong keluar dengan tampang yang sedih. Dia meninggalkan kertas itu di kamar itu berharap Ajjuma itu akan berubah pikiran. Dia pergi kekamar Hye You, Hye You sudah tertidur dia ditemani oleh Hyun Su.
“ Ji Yong , sudah malam . lebih baik kamu pulang dan istirahat .” ucap Hyun Su halus
“ na gwanchana. Hyun Su-ah bagaimana jika … “ ucap Ji Yong menggantung
“ bagaimana jika apa ? “ tanya Hyun Su sambil menyusun baju Hye You
“ bagaimana kalau ada donor bagi Hye You “ tanya
Hyun Su berhenti sejak dari aktivitasnya lalu menjawab “ apalagi yang kita tunggu segera lakukan transplasi …”
Ji Yong lalu menceritakan tentang pasien yang menderita kerusakan otak.
Hyun Su tidak bisa tidur mendengar perkataan Ji Yong . perkataan Ji Yong terus berputar di kepalanya..

Keesokan harinya
Hyun Su berlari kerarah kamar 3003. Dia mengetuk pintu dan masuk..
“ Annyeong ..” ucap Hyun Su
“ aku sudah tahu maksud kamu datang kesini, aku tidak akan mengizinkannya “ ucap Nyonya Kim
Hyun Su melirik kerarah pasien yang sedang berbaring itu
“ Jong Woon ?? “ ucapnya tidak percaya
“ kamu mengenal anakku ? “ tanya Nyonya Kim
“ dia mantan pacar adikku “ jawab Hyun Su
Ucapan Hyun Su mengingatkannya pada ingatan tentang 3 tahun yang lalu
 “ eomma , aku bertemu gadis yang sangat cantik” cerita Jong Woon. “ eomma , aku suka senyumannya “ “ eomma , aku suka dia “ “ eomma aku pacaran sama dia “ “ eomma lain kali dia akan ku ajak kesini “ eomma , dia hari ini dia pucat sekali “ “ eomma dia sakit” “ eomma dia menderita kerusakan jantung “ serpihan ingatan itu terus bermunculan. Ingatan itu menghilang dengan digantiakan dengan suara “ jangan dekati dia lagi , dia penyakitan . Jong Woon “ “ kamu tidak pantas pacaran dengan wanita yang sakit sakitan  
“ gwanchana , ajjuma ? “ tanya Hyun Su yang khawatir melihat Nyonya Kim berkeringat
“ gwanchana ..bisa tolong tinggalkan aku sendiri “ kata Nyonya Kim
“ Ajjuma , aku mohon . Hye You hanya bisa hidup dengan bantuan ajjuma, sekarang jantungnya hanya berfungsi 30 % tidak ada yang tahu kapan jantungnya akan berhenti …aku mohon Ajjuma “ kata Hyun Su
Nyonya Kim terdiam
“ aku tahu , aku sangat tidak tahu diri menginginkan kematian putra anda demi menyelamatkan adikku tapi hanya ini yang dapat aku lakukan . aku tidak mau hanya menunggu malaikat maut mencabut nyawa adikku ,,,aku mohon..jebal….” ucap Hyun Su sambil berlutut dikaki Nyonya Kim  sambil menangis
“ keluar …” ucap Nyonya Kim
Hyun Su menghapus air matanya dan berjalan keluar tapi sebelum dia keluar dia masih mengatakan “ Aku mohon “ lalu dia berlalu meninggalkan kamar itu
Nyonya Kim terduduk mendengar semua yang dikatakan Hyun Su. Dia bertanya kepada pada diri sendiri “apa yang harus akau lakukan “? Dilihatnya samar samar Bibir Jong Woon tersenyum dan dia tidak mempercayai penglihatnya tapi dia mengambil sebuah keputusan.sambil mengisi selembar kertas dan berkata “ semoga kamu dapat menggantikan sisa hidup putraku “ lalu dia menyerahkan suyart itu kepada seorang suster.
Keesokannya
Pintu kamar Hye You terbuka ketika Ji Yong baru datang. Dia mendengar seseorang sedang berbicara didalam kamar
“ Hye You , kamu sudah punya pendonor “ kata Dokter Lee
“ nugu ? siapa yang menjadi pendonor “ tanya Hye You
“ hal itu menjadi rahasia rumah sakit “ jawab Dokter Lee
“ apakah operasi ini akan berhasil ? “ tanya Hyun Su
“ kemungkinan nya dalah 30% “ jawab Dokter Lee
“ Aku tidak mau .” kata Hye You
“ apa maksud mu ?” tanya Hyun Su
“ hanya 30%  aku akan hidup. Lebih baik aku tidak di operasi dan hidup seperti biasa” ucap Hye You
“ dokter bisa tinggalkan kami “ kata Hyun Su
Dokter Lee meninggalkan Hyun Su dan Hye You
“ yak…pabo …kamu tahu berapa sulit untuk mendapatkan donor tapi setelah ada dengan santai kamu bicara kalau kamu tidak mau dioperasi . Weayo ? waeyo kamu tidak mau ? “ tanya Hyun Su
“ aku tidak mau…aku tidak mau …” jawab Hye You
“ waeyo ? “ teriak Hyun Su yang kehabisan kesabaran
“ aku tidak mau “ kata Hye You
Hyun Su mengepalkan tangannya bersiap menampar Hye You tapi tangannya ditahan Hee Chul
“ Aku takut eonnie …” jawab Hye You , airmatanya mulai bergulir..
Hyun Su dan Hee Chul memandangi Hye You
“ aku takut eonnie …aku  takut death table ( mati dimeja operasi ) , aku takut tidak bisa melihat matahari lagi , aku takut tidak bisa mendengar kicauan burung lagi , aku takut kalian akan melupakan aku , aku takut … “ Hye You berhenti berbicara ketika Hyun Su memeluknya
“ dan yang paling aku takutkan adalah  berpisah dengan eonnie dan oppa “ kata Hye You sambil terisak.
“ pabo…kami tidak akan melupakanmu “ ucap Hee Chul sambil menangis
Hyun Su terus memeluk Hye You sambil membelai rambut adik kesayangannya itu
Ji Yong menapaki kakinya pergi dari mulut kamar Hye You dia tidak ingin menganggu acara keluarga kecil itu.
“ Hye You , kamu harus operasi demi eonni dan oppa “ kata Hyun Su
“ tapi onnie ..” kata Hye You
“ ketakutanmu sama besarnya dengan ketakutan Eonnie dan oppa, apa kamu pikir kami tidak takut kehilanganmu? Kami takut . kamu akan mendengarkan eonni kan?“ kata Hyun Su
Hye You mengangguk
2 hari setelah hari itu adalah hari Operasi Hye You
“ kamu jangan takut kami akan mendoakanmu “ kata Hyun Su sambil memegang tangan Hye You
Hye You tersenyum dia berkata itu bukan senyum terakhirnya
Lampu ruang operasi menyala, Ji Yong dan Hee Chul menunggu didepan ruangan operasi.sementara Hyun Su sedang berdoa di Gereja ..Hyun Su menautkan kedua tangannya sambil menutup matanya “ Tuhan .aku tahu kuasa mu untuk menentukan hidup dan mati , tapi aku mohon Tuhan jangan ambil dia sekarang ..aku mohon ,Jebal…jebal …” ucap Hyun Su sambil menangis
Didalam ruang operasi para dokter sedang megeluarkan jantung Hye You yang sudah rusak yang kemudian diganti dengan jantung yang baru..7 jam kemudian Lampu ruang operasi mati menandakan operasi sudah selesai .Dokter Lee keluar.
“ ottokhae ? “ tanya Hee Chul
“ operasinya berhasil “ jawab Dokter Lee
Lutut Hee Chul melemah akhirnya dia terjatuh lulai. Dia menangis dan berkata “ tuhan ..gomawo”
Setelah itu Hye You dipindahkan keruangan khusus…2 hari dia belum sadar. Hari ketiga Hye You mengalami muntah darah. Dokter Lee langsung memeriksanya dan dia keluar dengan muka yang kusut.
“ dokter ..Hye You kenapa ? “ tanya Hee Chul
“ Hye You mengalami penolakan Jantung “ jawab Dokter Lee
“ apa maksud Dokter ? “ tanya Ji Yong
“ jantung yang baru tidak bisa beradaptasi dengan tubuh Hye You. Kasus ini hanya terjadi 1 dari 10 transplasi “ jelas Dokter Lee
“ ja diii…..apa yang harus kita lakukan “ kata Hyun Su panik
“ tidak ada yang dapat kita lakukan “ jawab Dokter Lee
“ Andwae…andwae….” Teriak Hyun Su
Hee Chul segera menenangkan Hyun Su sementara Ji Yong hanya terdiam dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Hari keempat Hye You sadar keadaannya lebih baik dari kemarin dia tidak lagi muntah darah. Hye You tersenyum ketika Hyun Su , Hee Chul dan Ji Yong masuk kekamarnya..,.dia tidak bisa berbicara Karena dipasangi selang oksigen. Hye You memegang tangan Hyun Su dan menuliskan sesuatu ditangan Hyun Su “ eonnie, apa operasinya berhasil ? “
Hyun Su menanggis lalu menjawab “ ne…operasinya berhasil “ lalu Hye You menulis lagi ditangan Hyun Su “ lalu kenapa Eonnie menangis ? “ Hyun Su tidak menjawab pertanyaan Hye You lalu berlari keluar kamar. Diluar kamar Hyun Su terus menangis. Hee Chul mengejar Hyun Su .
“ Hyun Su , “ panggil Hee Chul
Tapi Hyun Su sama sekali tidak mengubris Hee Chul, dia terus berlari . sampai tangannya ditarik Hee Chul dan Hee Chul memeluknya. Hyun Su terus menangis.
Didalam kamar , Ji Yong memegang tangan Hye You . Hye You menulis sesuatu ditanagn Ji Yong“ ada apa sebenarnya ? “
Ji Yong menjawab “ aku tidak berhak untuk mengatakannya “ Hye You menulis lagi “ katakan”
Ji Yong lalu menceritakan semuanya ..Hye You tersenyum dan menulis “ aku sudah tahu ini akan terjadi“ hee Chul dan Hyun Su lalu masuk . Hye You menyuruh Hyun Su untuk mendekatinya , Hye You menulis ditangan Hyun Su “ eonnie,,jangan menangis. Antar aku dengan senyuman “ Hyun Su tersentak membaca tulisan itu .
Sejak hari itu Hyun Su dan Hee Chul dan Ji Yong  selalu menemani Hye You.
Ji Yong datang kekamar Hye You dengan wajah yang beresi dan membawa sebuket bunga lili.
“ Annyonghaseyo “ sapa  Ji Yong
Hee Chul dan Hyun Su yang sedang mengobrol dengan Hye You walaupun hanya Hye You hanya menjawab dengan anggukan atau senyuman setiap pertanyaan Hee Chul dan Hyun Su terdiam kemudian mereka tersenyum.
“ Annyonghaseyo “ jawab Hee Chul
“ Hyun Su , ayo kita keluar “ sambung Hee Chul
“ hah ? waeyo ? aku mau disini “ jawab Hyun Su
Hee Chul mengedipkan sebelah matanya seketika Hyun Su mengerti maksud Hee Chul. Dia kemudian mengikuti Hee Chul yang keluar dari kamar.
“ bagaimana kabarmu ? “ tanya Ji Yong sambil duduk
Hye You hendak membuka selang oksigen tapi Ji Yong melarangnya Hye You tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Ji Yong kembali duduk. Hye You kemudian membuka selang itu.
“ na…gwanchana .” ucap Hye You lemah nyaris tidak terdengar
“ Hye You – ah , aku suka kamu “ ucap Ji Yong tiba – tiba
“ Ji Yong , kamu tahu kalau aku tidak akan hidup lama. Mungkin besok atau lusa aku akan mati.mungkin juga 10 menit lagi “ ucap Hye You lemah
“ tapi tetap saja aku menyukaimu “ ucap Ji Yong
“ Ji Yong , tolong jangan menyakiti diri sendiri “ ucap Hye You
“ setelah aku tidak ada lagi carilah wanita sehat yang mampu mendampingi mu seumur hidup “ ucap Hye You
“ Hye You …’ ucap Ji Yong lirih
“ aku harap dikehidupan yang akan datang , kamu akan tetap mencintaiku dan  kita pergi ke hutan pinus lagi “ ucap Hye You bergetar sambil menahan tangis
“ Hye You aku ..” Ucap Ji Yong terputus melihat wajah Hye You yang berubah seperti sedang menahan sakit yang amat sangat.
“ Hye You , gwanchana “Tanya Ji Yong khawatir
Hye You tidak jawab . Ji Yong ingin menekan tombol darurat yang berada di atas tempat tidur tapi tangan Hye You mengenggam tangan Ji Yong..
“ ak u ti dak a pa – a pa “ kata Hye You terbata bata
 Ji Yong makin khawatir melihat keadaan Hye You.
“ Aku mau makan Ice cream “ ucap Hye You pelan dengan raut wajah yang masih sama
“ apa maksudmu ? kamu mana boleh makan ice cream ? “ tanya Ji Yong
“ aku mohon “ ucap Hye You “ ini mungkin jadi Ice Cream terakhirku “
Ji Yong tersentak mendengar kata – kata Hye You
“ andwae..masih banyak Ice Cream yang akan kamu makan “ teriak Ji Yong
Hye You muntah darah ..tangan dan baju Ji Yong terkena imbasnya. Ji Yong segera merasakan bulu kuduknya tiba tiba berdiri.dia tiba – tiba merasa ini akan terakhir kali dia melihat Hye You segera dia membaringkan Hye You dan bergegas berlari keluar . Hyun Su dan Hee Chul yang melihat Ji Yong berlari terburu buru , langsung melihat kedalam . Hye You muntah darah lagi . seprei nya sudah berganti warna menjadi merah. Hee Chul langsung memanggil dokter.
Sementara Ji Yong sedang berlari mencari orang yang menjual es…
“ Hye You , ah bertahanlah “ ucap Hyun Su sambil menangis
“ Hye You …Hye You ….” Ucap Hee Chul
Hye You seperti tidak mendengar ucapan dari kedua kakaknya. Dia hanya berusaha untuk menahan rasa sakit yang menerjang seluruh tubuhnya. Dia berusaha terus hidup melawan malaikat pencabut nyawa yang sedang menyeringai didepan hadapannya. Tapi perlahan – lahan kekuatannya berkurang rasa sakit itu sudah menjalar keseluruh badan nya. Satu jari pun sudah tidak bisa ia gerakan . penglihatnya mulai menggelap tapi dia masih bisa mendengar Onnie dan oppanya memanggil manggil namanya. Bibirnya bergerak dan berkata “ onnie oppa saranghae “ kemudian saat itu dia menutup matanya. Terdengar bunyi bipppppp panjang dari alat yang berada di sebelah Hye You tepat saat itu Ji Yong kembali dengan membawa Ice Cream Coklat kesukaan Hye You.
Ji Yong terdiam dan Ice Creamnya terjatuh
Pemakaman Hye You
Suasana sangat hening ketika akhirnya peti yang didalamnya terdapat raga Hye You tersimpan rapi dalam gundukan tanah. Hyun Su terus menangis sementara Hee Chul walaupun tidak terlihat menangis tapi nafasnya berat menandakan dia sedang menahan airmatanya. Sementara Ji Yong mata nya terus melihat kearah raga Hye You dikubur.  satu demi satu orang mulai meninggalkan tempat itu dan akhirnya tinggal mereka bertiga. Hee Chul menyuruh Ji Yong pulang. Ji Yong berdiri dan pergi dari tempat itu dia seperti manusia tanpa roh . ketika Ji Yong hendak menyebrang dia tidak melihat ada truk yang melintas  Hyun Su berteriak memanggil Ji Yong…..
Ckrittttt….Brukkkkk…

EPILOG
Disuati taman terlihat 2 orang anak kecil sedang bermain, seorang anak perempuan dan seorang anak laki laki.anak perempuan itu memakai pita pink dikedua kuncir rambutnya dengan setelan putih dan sepatu berwarna pink .dipipi sebelah kanan gadis kecil itu terlihat jelas lesung pipit saat dia sedang tertawa . sedangkan anak laki laki itu memakai kaos berwarna biru dan celana jeans berwarna hitam.mereka sedang bermain rumah rumahan ketika suara kedua ibu mereka bergema
“ Ji Yong …..ayo masuk makan “ “ Hye You , ayo masuk nak”

THE END

Gimana ff kali ini ? mudah – mudahan semuanya suka.
Jangan lupa Komment yach….
Gomawo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar